Breaking News:

Viral Ibu Aniaya Anaknya yang Mengemis di Lampu Merah: Dapat Cuma Rp250 Ribu, Makanya Saya Marah

Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu menganiaya anaknya di dekat lampu merah Simpang Charitas, Palembang, Sumsel.

Editor: Claudia Noventa
(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)
OK (21) ibu muda yang tega memukuli putranya sendiri lantaran tak mendapatkan uang dari hasil mengamen dan menjual tisu ketika berada di Polrestabes Palembang, Senin(11/10/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu menganiaya anaknya di dekat lampu merah Simpang Charitas, Palembang, Sumatera Selatan.

Viralnya video tersebut, membuat polisi kemudian bergerak hingga akhirnya menangkap pelaku.

Dari penangkapan itu diketahui, bahwa pelaku selama ini memaksa korban untuk menjadi pengemis.

Jika hasil dari pengemis kurang, maka korban akan dianiaya oleh ibu kandungnya sendiri.

Baca juga: Niat Kuburkan Jasad Bayi di Rumah Kekasih, Wanita di Kediri Ini Dilaporkan Polisi

Baca juga: Wanita yang Ngaku Dibegal saat Bawa Rp 1,3 M Ternyata Dalang, sempat Pura-pura Syok saat Ditanya

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Palembang pimpinan Iptu Fifin Sumailan berhasil menangkap Oktarina (21) ibu kandung yang menganiaya anaknya sendiri inisial D (6).

Pelaku diringkus di kediamannya di Jalan H Gub Bastari, Lorong Harapan Jaya, Belakang Gedung Golden Sriwijaya Jakabaring, Senin (11/10/2021).

Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi melalui Kanit PPA, Iptu Hj Fifin Sumailan ketika dikonfirmasi mengatakan penangkapan berawal pihaknya menerima video viral penganiayaan terhadap anak.

"Unit PPA langsung mendapat perintah Kasat Reskrim untuk mengamankan pelaku, setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi saksi mendapatkan keberadaan pelaku, langsung kita amankan pelaku dirumahnya," ujar Iptu Fifin ditemui diruang kerjanya, Senin (11/10/2021).

Motif penganiayaan berdasarkan pengakuan pelakunya, karena sang anak (korban) tidak mendapatkan uang untuk disetorkan kepada ibunya.

"Karena tidak mendapatkan uang makanya korban dipukul. Dalam sehari korban bisa mendapatkan uang mulai Rp 150 ribu - Rp 350 ribu," jelasnya.

Baca juga: Kronologi Menantu Perempuan Rekayasa Perampokan demi Kuasai Harta Mertua, Ngaku Belajar dari Youtube

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved