Ayah Sebut Anaknya Tewas Terjatuh saat Main Layanan, saat Makam Dibongkar Terungkap Fakta Lain

Terungkap, penyebab tewasnya IKS (13), bocah asal Karangasem, Bali, pada September 2021 lalu bukan karena terjatuh.

Editor: Claudia Noventa
ntmcpolri.info
ILUSTRASI - Terungkap, penyebab tewasnya IKS (13), bocah asal Karangasem, Bali, pada September 2021 lalu bukan karena terjatuh. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Terungkap, penyebab tewasnya IKS (13), bocah asal Karangasem, Bali, pada September 2021 lalu bukan karena terjatuh.

Diketahui, ayah IKS, yakni INK sempat mengatakan bahwa anaknya meninggal setelah jatuh saat bermain layang-layang bersama adiknya.

Menurut INK, ia langsung membawa IKS ke dukun, namun nyawanya tetap tak tertolong.

Sebelum meninggal, INK menyebut anaknya ambruk dan kepalanya terbentur lantai.

Baca juga: Makam Bocah 13 Tahun yang Disebut Tewas Terjatuh Kembali Dibongkar, Terungkap Ternyata Dianiaya Ayah

Baca juga: Pasang Alat Skimming di ATM hingga Nasabah Rugi Rp 493 Juta, 2 WNA Asal Bulgaria Ditangkap Polisi

Bocah 13 tahun itu juga kemudian kejang, muntah dan diare.

Namun, keluarga curiga ada sejumlah luka lebam di tubuh IKS saat jenazahnya dimandikan.

Walaupun anggota keluarga lainnya merasa curiga, jenazah IKS tetap dikuburkan

"Keluarga dan kerabat, dilihat adanya kejanggalan-kejanggalan, namun tetap dimakamkan atau dikubur," ucap Kapolres Karangasem AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna saat dihubungi, Selasa (12/10/2021).

Ayah Jadi Tersangka

Setelah beberapa hari berselang, keluarga kemudian melaporkan kejanggalan itu kepada Polres Karangasem.

Atas izin pihak keluarga, makam bocah 13 tahun tersebut dibongkar untuk kepenting otopsi pada Selasa (5/10/2021).

Dari hasil otopsi RSUP Sanglah pada Minggu (10/10/2021), ditemukan ada luka akibat kekerasan di tubuh IKS.

Baca juga: Kata Polisi soal Pedagang Sayur Jadi Tersangka Seusai Dianiaya di Pasar: Korban juga Pelaku

Polisi pun melakukan penyelidikan dan menetapkan INK sebagai tersangka karena ia diduga menganiaya anak kandungnya hingga tewas.

"Dari hasil petunjuk, bukti, saksi ahli memang mengatakan bahwa ada tindak kekerasan yang diduga dilakukan salah satu orang tuanya sehingga sudah kita naikkan statusnya (ayahnya) sebagai tersangka," kata Ricko.

Atas perbuatannya itu, IKN dijerat Pasal 80 ayat (4) jo pasal 76C UU Nomor 25 Tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Subsider Pasal 44 ayat (3) UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).(*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Disebut Meninggal Jatuh Saat Layangan, Bocah 13 Tahun di Bali Diduga Tewas Dianiaya, Ayahnya Jadi Tersangka

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved