Breaking News:

Soal Solusi Konflik Kekerasan di Papua, Ini Usul Anggota DPR RI Asal Bumi Cenderawasih

DPR RI Yan Permenas Mandenas menuturkan sejumlah solusi untuk menuntaskan gangguan keamanan yang kerap terjadi  di Papua.

Editor: Claudia Noventa
(Sumber: dpr.go.id)
Anggota Komisi I DPR Yan Permenas Mandenas mengatakan gangguan keamanan yang kerap terjadi di Papua dapat diminimalisasi dengan beberapa pendekatan seperti penggalangan dan agama. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Angggota Komisi I DPR RI Yan Permenas Mandenas menuturkan sejumlah solusi untuk menuntaskan gangguan keamanan yang kerap terjadi  di Papua.

Menurutnya kekerasan itu bisa diminimalisasi dengan beberapa pendekatan seperti penggalangan dan agama, yang didukung dengan sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah. 

Menurut pria asal Papua ini, membangun komunikasi yang baik mampu mencegah berkembangnya isu provokasi yang berujung pada aksi teror terhadap aktivitas pemerintahan dan masyarakat yang dilakukan sekelompok orang hingga menimbulkan keresahan.

Baca juga: Kronologi BNN Gerebek Kampus hingga Mahasiswi Jadi Tersangka Pengedar Ganja bersama 2 Orang Lainnya

Baca juga: Pria di Mamasa Ditangkap Polisi saat Lamar Istri Siri, Ternyata Dilaporkan Remaja yang Dihamilinya

“Sebenarnya (dalam penanganan konflik Papua), semua pendekatan sudah dilakukan, tetapi perlu dipertegas dengan pendekatan hukum, kemudian pendekatan penggalangan, sehingga masyarakat kita lebih tertib. Termasuk sinergi pemerintah daerah dan TNI/Polri ya, baik tingkat provinsi sampai kabupaten/kota bahkan sampai ke tingkat desa," kata Yan Permenas seperti dilansir dari laman dpr.go.id, Selasa (12/10/2021). 

Ia menilai dengan adanya komunikasi dan pendekatan yang baik antara pemerintah dan masyarakat, bisa mengurangi sejumlah teror yang selama ini kerap terjadi. 

"Sehingga masyarakat kita bisa terkonsolidasi, terbangun komunikasi yang baik untuk meredam berbagai macam aksi provokasi yang mengakibatkan kegiatan teror-meneror,” kata anggota DPR Dapil Papua ini.

Politikus Partai Gerindra ini menjelaskan, penyelesaian konflik di Papua harus diawali dengan mengetahui akar masalahnya atau keinginan, baik secara personal maupun kelompok. 

Selain itu, baik pemerintah daerah (pemda) maupun aparat TNI/Polri, dan lembaga masyarakat adat juga harus berpartisipasi melakukan sosialisasi secara masif mengenai pesan pembangunan yang dilakukan dan akan dilakukan pemerintah, serta aksi sadar hukum guna memberikan pemahaman kepada masyarakat agar terhindar dari aksi provokasi.

Baca juga: Kabulkan Permintaan Pindah Tugas Prajurit Korban KKB, Jenderal Andika: Boleh, Hadiah untuk Imanuel

“Bagian penting yang bisa menyelesaikan persoalan di Papua, untuk mengetahui dasar dan akar masalah apa yang mereka inginkan secara personal maupun kelompok," kata dia.  

Ia menambahkan, aparat TNI-Polri pun harus menjalin komunikasi dengan masyarakat, sehingga mereka percaya kalau selama ini pemerintah sudah melakukan pembangunan secara masif di Bumi Cenderawasih tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved