PON XX Papua

Atlet Harus Karantina 5 Hari Setelah Berjuang di PON Papua, Ketua KONI DKI: Lebih Baik Tidak Usah

Menurut Djamhuron, keputusan tersebut masih didiskusikan dan perlu melibatkan semua pihak untuk bisa mensukseskan rencana karantina.

TribunJakarta.com/Wahyu Septiana
Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Djamhuron P Wibowo saat mengunjungi venue selam laut di Teluk Yos Sudarso, Kota Jayapura, Rabu (13/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Djamhuron P Wibowo menanggapi rencana karantina selama lima hari kepada atlet dan ofisial yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Djamhuron mengaku sudah mendengar informasi terkait adanya aturan karantina kepada para atlet dan juga ofisial yang bertanding.

Diketahui, pemerintah pusat meminta kepada setiap daerah menerapkan aturan isolasi kepada para atlet dan ofisial di wilayah masing-masing.

Ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya klaster PON Papua, dari atlet dan ofisial yang bertanding di tanah Papua.

Menurut Djamhuron, keputusan tersebut masih didiskusikan dan perlu melibatkan semua pihak untuk bisa mensukseskan rencana karantina.

Baca juga: Atlet Peraih Emas Diguyur Uang Rp10 Juta, Ketua KONI DKI: Ini Beda Lagi Sama Bonus

"Itu kan keputusan pemerintah (karantina 5 hari). Kemarin sudah didiskusikan belum ada keputusan seperti apa. Nanti menunggu keputusan lanjutan," kata Djamhuron P Wibowo saat ditemui Tribun Network di arena selam laut Teluk Yos Sudarso, Kota Jayapura.

Lebih lanjut, Djamhuron mengaku lebih setuju jika para atlet dan juga rombongan yang baru saja berlaga di PON Papua tidak melakukan karantina.

Proses karantina akan membuat para atlet dan seluruh kontingen tertahan dalam bertemu keluarganya masing-masing.

Baca juga: Salomina Yarisetouw Sukses Balaskan Kekalahan dari Petinju Maluku dan Raih Emas PON Papua

Kendati demikian, jika aturan karantina itu harus dilakukan, maka KONI DKI Jakarta akan mengikuti aturan tersebut.

"Kalau yang lima hari itu kan terserah ke pemerintah. Kita hanya menyarankan lebih baik tidak usah karantina. Tapi keputusan ada di pemerintah," ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan sejumlah tempat untuk dijadikan tempat isolasi atau karantina.

Rencananya, kontingen DKI Jakarta akan ditempatkan di dua tempat yakni Hotel Grand Cempaka dan D'Arcici Sunter Hotel.

Kedua tempat tersebut dipilih sebagai opsi untuk ditempati para atlet sesudah berlaga di ajang PON Papua.

Baca juga: Takluk dari Petinju Jawa Barat, Toar Sompotan Raih Perak Kelas 81 Kg

Fasilitas karantina disiapkan sebagai respons Pemprov DKI menyusul surat edaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mewajibkan para atlet dan official melakukan karantina sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Kontingen DKI Jakarta akan dijemput langsung di Bandara menuju tempat karantina.

Setelah itu, para atlet akan langsung dilakukan tes PCR dan kesehatan sebelum akhirnya diizinkan pulang ke rumah masing-masing.(*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved