Breaking News:

Butuh Dana untuk Pulang, TKW Nekat Selundupkan Sabu hingga Kini Terancam Hukuman Gantung di Malaysia

Sappeami (35), tenaga kerja Indonesia asal Desa Landi Kanususuang, Kecamatan Bulo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat terancam hukuman mati.

Editor: Claudia Noventa
NET
Ilustrasi - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), bernama Sappeami (35), terancam hukuman mati atau hukuman gantung di Pengadilan Malaysia. 

TRIBUN-PAPUA.COM – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), bernama Sappeami (35), terancam hukuman mati atau hukuman gantung di Pengadilan Malaysia.

Sappeami merupakan ibu 6 anak yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia saat berusaha menyelundupkan paket narkotika jenis sabu-sabu bersama dua pelaku lainnya.

Diketahui, Sappeami berasal dari Desa Landi Kanususuang, Kecamatan Bulo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Baca juga: Petani Dibunuh Tetangga Gara-gara Ternak Berkeliaran, Polisi: Ditembak 7 Kali dengan Senapan

Baca juga: Dikeroyok 4 Teman di Kelas, Bocah SD Tak Sadarkan Diri Berhari-hari hingga Terbaring di Rumah Sakit

Polisi menemukan satu paket sabu-sabu seberat 1 kilogram dengan cara dililitkan di perutnya.

Sappeami rencananya akan pulang kampung ke Polewali Mandar melalui jalur laut.

Selain Sappeami, polisi juga menangkap 2 rekannya.

Kepada polisi, Sappeami mengaku nekat melakukan kejahatan ini karena butuh biaya untuk pulang kampung ke Polewali Mandar, sementara upahnya bekerja sebagai buruh sawit di Malaysia belum ia terima.

Sappeami mengaku dijanjikan upah hingga Rp 100 juta jika berhasil menyelundupkan paket sabu tersebut ke Indonesia.

Saat ini Sappeami sudah dua kali menjadi proses sidang di Pengadilan Malaysia dan belum pernah didampingi keluarga, termasuk kuasa hukum.

Baca juga: Ibu dan Adik Lihat saat Bocah 13 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tewas setelah Pulang dari Main Layangan

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved