Breaking News:

Papua Barat Terkini

Dirundung Duka, Tindak Lanjuti Kasus Kebakaran Borobudur Terhambat

Tindak lanjut penanganan kasus kebakaran di Borobudur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada 30 September kemarin, masih menunggu kondisi psikis.

Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Roy Ratumakin
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi kebakaran 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Tindak lanjut penanganan kasus kebakaran di Borobudur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada 30 September kemarin, masih menunggu kondisi psikis para korban pulih.

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Manokwari, Iptu Arifal Utama.

"Nanti tinggal kasi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) saja, sebab ini memang murni sumbernya dari kompor gas," ujar Arifal kepada TribunPapuaBarat.com, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Jawa Barat Mendekati Juara Umum PON Papua: 42 Cabor Selesai Bertanding, 3 Rekor Dunia Terpecahkan

Ia menuturkan, semua saksi yang telah diperiksa telah memberikan keterangan, dan semuanya mengarah ke sana.

"Namun, setelah duka ini usai baru kita akan tindak lanjuti," kata Arifal.

Kata dia, untuk sementara pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Unit Iden Polres Manokwari.

Sebelumnya, Arifal mengatakan, pihaknya telah memanggil delapan orang sebagai saksi atas kejadian kebakaran di Borobudur.

"Terkait kebakaran di Borobudur, ada delapan orang itu sudah kita mintai keterangan," ujar Arifal, saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Sabtu (2/10/2021).

Dari keterangan delapan orang tersebut, kata Arifal, diduga penyebabnya adalah kompor gas disalah satu rumah.

Baca juga: Pemerintah Ancam Langsung Deportasi Turis Asing yang Tak Pakai Masker

"Dugaan sementara kompor gas, namun tim identifikasi sedang berada di lokasi untuk mencari fakta lain dari kejadian ini," tuturnya.

Ia mengaku, hingga kini dirinya belum mengambil keterangan dari pemilik rumah, yang menyebabkan kebakaran duluan.

"Belum, masih kita cari orangnya siapa pemilik rumah yang kompornya terbakar duluan," ucapnya.

Terkait peningkatan status ke tahap berikutnya, kata Arifal, pihaknya belum mau cepat melangkah.

"Kita harus lihat dan pertimbangkan baik-baik, karena mereka semua sedang kehilangan tempat tinggal," jelas Arifal. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved