Breaking News:

Saling Kirim Kartu Natal Jadi Tradisi, Begini Sejarah Awalnya yang Dimulai oleh Seorang Pria

Bagi umat Kristiani di seluruh dunia, saling mengirim kartu Natal memang sudah menjadi kebiasaan.

Editor: Claudia Noventa
Office Holidays
ILUSTRASI Hari Natal 

Beberapa orang tidak menyukai desain kartu tersebut.

Sebab, ada gambar yang memperlihatkan seorang ibu memberikan wine kepada anaknya yang masih kecil. Meskipun begitu, sekitar 1000 kartu berhasil terjual.

Saat ini, kartu Natal pertama dari Cole tersebut sudah langka dan harganya pun sangat mahal.

Semakin Berkembang

Tidak hanya di Inggris, sebenarnya kartu Natal juga berkembang di Amerika Serikat pada akhir 1840.

Sayangnya, harga kartu Natal tersebut sangat mahal sehingga banyak orang yang tidak mampu membelinya.

Ketika sistem percetakan semakin berkembang pada 1860, kartu Natal menjadi sangat populer dan diproduksi dalam jumlah banyak.

Pada 1870, biaya untuk mengirim kartu pos – termasuk kartu ucapan Natal – turun menjadi setengah sen.

Ini artinya, semakin banyak orang yang bisa mengirim kartu tanpa terhalang biaya.

Di 1875, Louis Prang, tukang cetak asal Jerman yang tinggal di Inggris, mulai memproduksi kartu ucapan secara massal sehingga semakin banyak orang yang bisa memilikinya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved