Breaking News:

TKW yang Terancam Hukuman Gantung di Malaysia Kini Telah Didampingi KRI, Ternyata Ada WNI Lainnya

Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang terancam dihukum gantung di Malaysia kini telah didampingi KRI.

Editor: Claudia Noventa
NET
Ilustrasi - Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang terancam dihukum gantung di Malaysia kini telah didampingi Konsulat Republik Indonesia (KRI). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang terancam dihukum gantung di Malaysia kini telah didampingi Konsulat Republik Indonesia (KRI).

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah, kepada Kompas.com, Kamis (14/10/2021).

Teuku Faizasyah juga mengatakan telah bertemu dengan TKW tersebut pada September 2021 lalu.

Baca juga: Kabur dari Tahanan Imigrasi Malaysia, 5 WNI Terabas Hutan Belantara Perbatasan Kapuas Hulu

Baca juga: Kronologi Ibu 6 Anak yang Jadi TKW Ditangkap Polisi hingga Kini Terancam Hukuman Gantung di Malaysia

Dari informasi yang diperoleh, ada dua WNI dan seorang warga negara Malaysia yang  ditangkap kepolisian setempat pada 15 September 2021.

Penangkapan itu dilakukan karena mereka kedapatan membawa sabu seberat 2,16 kilogram.

"KRI Tawau telah mendapatkan akses kekonsuleran dan telah bertemu mereka pada 21 September 2021," kata Faizasyah.

"Keduanya terancam hukuman mati dengan tuntutan pasal/seksyen 39B Akta Dadah. Kuasa hukum (Retainer Lawyer) KRI akan mengawal kasus ini, artinya pendampingan hukum sudah berjalan," tutur dia.

Sejauh ini, ujar dia, pendampingan yang dilakukan masih dalam rangka kekonsuleran dan belum ada yang spesifik.

Sebelumnya diberitakan, Sappeami (35), tenaga kerja Indonesia asal Desa Landi Kanususuang, Kecamatan Bulo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terancam hukuman mati atau hukuman gantung di Pengadilan Malaysia.

Baca juga: Kisah Suppaemi, TKW Terancam Hukuman Mati di Malaysia, Disangka Terikat Sindikat Internasional

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved