Breaking News:

Kekerasan Terhadap Jurnalis

AJI Jayapura dan IJTI Papua Barat Minta Polisi Usut Kasus Peluruh Nyasar di Rumah Seorang Wartawan

Terkait masalah peluruh yang menembus plafon rumah Maichel seorang Wartawan di Sorong, Papua Barat, harus dilakukan investigasi yang transparan

Kompas.com
Ketika aparat Kepolisian Polsek Sorong Timur, memeriksa dan mengambil barang bukti di kediaman Maichel Jurnalis Kompas.com di Kota Sorong. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Terkait masalah peluruh yang menembus plafon rumah Maichel seorang Wartawan di Sorong, Papua Barat, harus dilakukan investigasi yang transparan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura Lucky Ireeuw.

Baca juga: SEDANG BERLANGSUNG Laga Babak Kedua Persipura Jayapura vs Persebaya Surabaya, Masih Imbang

Sehingga, kata dia, masalah tersebut betul-betul diungkap hingga tuntas.

"Agar bisa mengetahui motif di balik aksi tersebut berkaitan dengan pekerjaan Maikel sebagai jurnalis,"kata Lucky melalui rilis yang diterima TribunPapuaBarat.com, Sabtu (16/10/2021).

Baca juga: Bupati Jayapura Apresiasi Kementerian Ketenagakerjaan Inisiasi Pembangunan BLK Komunitas

"Atau peluru menyasar karena dilepaskan secara tidak sengaja oleh pihak tertentu,"ujarnya.

Dari data yang disampaikan Maikel Djasman yang juga Wakil Ketua IJTI Pengda Papua Barat, peluru menembus plafon rumahnya.

Baca juga: Info CPNS 2021: Cara Lihat Live Score Hasil Tes SKD, Wilayah Jawa hingga Papua

"Kami meminta pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kejadian ini. Tujuannya untuk mengungkap siapa pelaku yang terlibat dalam aksi ini,"kata Lucky.

Selain itu, Ketua IJTI Pengda Papua Barat Chanry Andrew Suripatty menambahkan, kini pihaknya sedang melakukan pendampingan.

Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Peluruh Nyasar di Rumah Seorang Wartawan Sorong

"Rekan-rekan IJTI Pengda Papua Barat masih mendampingi pihak keluarga,"ujarnya.

"Pengda IJTI Papua Barat, meminta pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan harus berkoordinasi dengan Kapolres Sorong Kota dan Kapolda Papua Barat,"tambah dia.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved