Breaking News:

Cegah Covid 19

Jangan Anggap Remeh Cuci Tangan Pakai Sabun, Dokter Reisa: Bisa Ciptakan Situasi Kondusif

Terbukti cuci tangan pakai sabun terkesan remeh, tetapi ternyata sangat penting dan kontribusinya sangat signifikan

Editor: M Choiruman
Tribunnews.com
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro dalam keterangan persnya yang disiarkan kanal YouTube Tribunnews, Jumat (15/10/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, praktik cuci tangan meningkat drastis sejak pandemi melanda Indonesia pada Maret 2020 lalu.

Meskipun tidak 100 persen memutus penularan virus corona, tapi mampu membatasi penularan pada batas tertentu.

Baca juga: Update Covid-19 di Papua dan Papua Barat, Jumat 15 Oktober 2021: Total Kasus 57.109

Hal itu disampaikan Reisa dalam keterangan persnya yang disiarkan kanal YouTube Tribunnews.com, Jumat (15/10/2021).

"Kalau dilihat murni dari sisi statistik saja hingga Kamis 14 Oktober 2021 kemarin ada 4,203 juta orang Indonesia yang sudah terinfeksi Covid-19, artinya dari keseluruhan rakyat Indonesia yang tercatat lebih dari 272 jiwa Covid-19 berhasil menjangkiti 1,6 persen dari populasi yang tersebar di 510 Kabupaten/Kota," kata Reisa.

Reisa juga mengatakan, selain kesadaran memakai masker dengan baik dan benar kemudian menjaga jarak aman yang terus meningkat hampir 90 persen lebih per 10 Oktober 2021.

Terungkap Rachel Vennya Kabur dari Karantina Dibantu Oknum TNI, Kemenkes: Harus Diberi Sanksi

Praktik cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik tentunya berkontribusi signifikan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan proporsi populasi yang mempunyai kebiasaan cuci tangan yang benar menurut wilayah kabupaten kota di Indonesia pada tahun 2018 masih di bawah 50 persen.

Artinya 3 tahun yang lalu 1 dari 2 orang tidak membiasakan mencuci tangan atau tidak mencuci tangan dengan benar.

FOTO Penutupan PON XX Papua, Sampai Jumpa di PON XXI Aceh dan Sumut 2024

Lanjut Reisa, dari pantauan relawan yang melaporkan pengamatan mereka ke dashboard UNICEF dan Kemenkes, praktik cuci tangan diamati sudah naik ke rata-rata 60 persen populasi.

"Artinya sekarang 6 dari 10 orang mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan langkah yang benar," ucap Reisa.

Sementara, laporan hasil survei perilaku masyarakat pada masa pandemi Covid-19 yang dilakukan BPS pada periode 13-20 Juli 2021 memperlihatkan bahwa hampir 75 persen anggota masyarakat sudah sering cuci tangan.

Baca juga: Yubelina Yerisitau: PON XX Papua Jadi Cerita Sejarah Bagi Anak Cucu Kita

Artinya 8 dari 10 orang Indonesia membersihkan tangannya sekitar 8 sampai dengan 10 kali sehari.

"Terbukti cuci tangan pakai sabun terkesan remeh, tetapi ternyata sangat penting dan kontribusinya sangat signifikan dalam mengantar kita ke situasi yang lebih kondusif ini," jelas Reisa. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved