Peparnas XVI Papua
Berkurangnya Cabor Peparnas XVI Papua: Tak Ada Voli Duduk
Terdapat hal kurang mengenakan jelang tersenggaranya Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021 pada, Senin (2/10/2021) mendatang.
Penulis: Arni Hisage | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Terdapat hal kurang mengenakan jelang tersenggaranya Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021 pada, Senin (2/10/2021) mendatang.
Yakni berkurangnya cabang olahraga bagi para atlet disabilitas yang diperlombakan dalam pesta empat tahunan itu.
Tercatat, pada Peparnas XV Jawa Barat tahun 2016 silam mempertandingkan sebanyak 13 cabang olahraga.
Baca juga: Menpora Zainudin Amali: Saya Yakini Peparnas Berjalan Sukses
Bukannya bertambah, pada penyelengaraan kali ini di Tanah Papua hanya menampilkan 12 cabang olahraga perlombaan.
Hal tersebut lantaran cabang olahraga voli duduk, goalball serta 10-Pin Bowling harus dihapuskan dari pesta olahraga kali ini.
Meski begitu, terdapat dua cabang olahraga baru yang sebelumnya tak dipertandingkan pada Peparnas XV Jawa Barat 2016.
Yakni, Boccia serta Menembak yang menjadi angin segar dalam pesta para atlet berkebutuhan khusus kali ini.
Hal tersebut juga disesalkan Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun dalam sebuah talkshow yang dihadiri Tribun-Papua.com.
“Sebenarnya kami selalu bertekad menambah dua jumlah cabang olahraga pada tiap kesempatan Peparnas,” kata Senny Marbun, Senin (18/10/2021) Sore.
Baca juga: 4 Klub Berhasil Benamkan Persipura, Mutiara Hitam Merosot ke Posisi 15 Klasemen Liga 1
“Namun karena lokasinya kali ini di Papua, kita mengalami kendala karena penyiapan atlet di daerah menuju lokasi tak bisa maksimal,” lanjut Senny Marbun.
Sebagai contoh, ia menjelaskan cabang olahraga voli duduk yang sebelumnya acap kali dilaksanakan kali ini belum dapat terselenggara.
Baca juga: 25 Pecatur Papua Ikuti Home Tournament di Jayapura Jelang Peparnas XVI
“Perjalanan jauh ke Papua juga menjadi sorotan, voli duduk minimal satu grup sebanyak delapan tim, mereka ke sana perlu biaya besar,” ucap Ketua NPC Indonesia itu.
Hal tersebutlah yang membuat para atlet kurang terserap di Peparnas XVI Papua 2021 kali ini.
Selain itu ia juga menyinggung kesiapan berbagai venue di Papua yang ramah disabilitas juga belum rampung seluruhnya.
Sekadar diketahui, ajang internasional dari para atlet disabilitas Tanah Air adalah Paralimpiade.
Sebagai pembanding, Paralimpiade Tokyo 2020 mempertandingkan sebanyak 22 cabang olahraga.
Hal tersebut sangat jauh dibanding kejuaraan nasional yang hanya menggelar 12 cabang olahraga pada Peparnas 2021. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/18102021-latihan-tim-bola-voli-duduk-jelang-asian-para-games.jpg)