Breaking News:

PON XX Papua

Selama PON XX Papua, PT Pelni: Jumlah Penumpang Tak Signifikan

Kepala PT PELNI Cabang Jayapura, Whendy R Imkotta mengatakan, selama PON XX di Papua diselenggarakan, tak ada tak ada peningkatan penumpang

Penulis: Nadila Larajina | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Nandi Tio G Effendy
Kapal Putih milik PT Pelni sedang bersandar di Pelabuhan Jayapura 

Laporan Wartawan Tribu-Papua.com, Nadila Larajina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kepala PT Pelni Cabang Jayapura, Whendy R Imkotta mengatakan, selama penyelanggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tak ada peningkatan penumpang kapal laut yang signifikan.

"Karena pengetatan yang diberlakukan dan itu untuk kebaikan kita bersama," kata Whendy R Imkotta kepada Tribun-Papua, Senin (18/10/2021) sore.

Baca juga: Update Covid-19 Papua, Kasus Kumulatif Kota Jayapura Capai 12.947 Orang, Waropen Hanya 1 Kasus

Menurutnya, saat pelaksanaan PON di Papua, jika tak ada covid-19 ini, bisa memberi kontribusi yang sangat berarti bagi Pelni.

Baca juga: Bendera Bintang Kejora Berkibar di Manokwari, Polisi Dalami Motifnya

"Tapi dengan kondisi pandemi begini, dengan adanya pembatasan-pembatasan ya, kami juga tidak bisa berharap banyak," ujarnya.

Baca juga: 7 Atlet Sumbar PON XX Papua Positif Covid-19, Terungkap saat Hendak Pulang

Lanjut dia, hal ini karena pihaknya prioritaskan untuk membantu pemerintah daerah dalam penanganan pandemi ini.

Adapun persyaratan untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan kapal laut.

Baca juga: Oknum Kapolsek Diduga Setubuhi Anak Tahanan, Janji Bebaskan Ayahnya

"Harus ada sertifikat vaksin, kalau tidak aplikasi peduli lindung,"katanya.

Whendy menjelaskan, tes antigen dan PCR, disesuaikan dengan pelabuhan-pelabuhan yang dituju.

"Jadi untuk penumpang yang naik di kapal, sebagian besar sudah mempunyai sertifikat vaksin," ujarnya. 

Baca juga: Seorang Remaja di Buton Tewas Diterkam Buaya, Warga Sempat Lihat Buaya Melintas Gigit Korban

Disinggung terkait sertifikat vaksin palsu, kata dia, sejauh ini belum dapat pemalsuan-pemalsuan sertifikat.

"Karena di sertifikat itu ada barcodenya. Tapi kadang ada beberapa yang baru satu kali vaksin,"tambah dia.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved