Gadis Korban Rudapaksa Tak Bisa Lapor Polisi karena Belum Vaksin, Ini Alasan Polda Aceh

Seorang gadis korban rudapaksa ditolak saat membuat laporan ke Polresta Banda Aceh, lantaran tidak memiliki sertifikat vaksin.

TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi Pemerkosaan - Seorang gadis korban rudapaksa ditolak saat membuat laporan ke Polresta Banda Aceh, lantaran tidak memiliki sertifikat vaksin. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Seorang gadis korban rudapaksa ditolak saat membuat laporan ke Polresta Banda Aceh, lantaran tidak memiliki sertifikat vaksin.

Polda Aceh pun angkat bicara terhadap persitiwa tersebut,

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengklaim laporan tersebut sejatinya tidak ditolak oleh petugas Polresta Banda Aceh.

Petugas hanya meminta korban melaporkan kembali kasusnya setelah divaksin.

Baca juga: Baru Nikah 28 Hari, Kakek di Sumsel Tega Bunuh Istrinya Gara-gara Kesal Tak Dibuatkan Kopi

Baca juga: Curhat Nakes Korban KKB di Papua: Kami Ingin Bertemu Keluarga dan Mengurangi Trauma

"Bahwa laporan masyarakat tidak ditolak, hanya masyarakat yang belum vaksin diarahkan untuk vaksin dulu setelah dapat sertifikat vaksin dan mengunduh aplikasi PeduliLindungi maka masyarakat dapat melaporkan kembali," kata Winardy saat dikonfirmasi, Selasa (19/10/2021).

Ia menyampaikan seluruh fasilitas publik kini harus terhubung dengan aplikasi PeduliLindungi. Dengan begitu, penanganan Covid-19 menjadi lebih terkontrol.=

"Karena sekarang yang masuk fasilitas yang publik dipasang QRcode PeduliLindungi untuk memastikan bahwa aman dari penyebaran Covid-19 dan bisa dikontrol," jelasnya.

Winardy meminta masyarakat yang belum vaksin untuk terlebih dahulu melakukan vaksin. Hal itu agar herd immunity Covid-19 bisa segera tercapai.

"Masyarakat dihimbau untuk vaksin agar herd immunity bisa segera tercapai, masyarakat Aceh bisa melihat Arab Saudi yang 95% masyarakatnya sudah tervaksin sekarang sudah dibuka untuk umrah dan rapat saf salatnya. Untuk diketahui bahwa Aceh baru 28% dan nomor 31 se-Indonesia," ungkap dia.

Karena itu, dia meminta pelapor untuk segera melakukan vaksin terlebih dahulu.

Baca juga: Bintang Kejora Berkibar, Tokoh Suku Besar Arfak: Jangan Buat Nama Manokwari Merah

Baca juga: Presiden Joko Widodo Targetkan 70 Persen Penduduk Tervaksinasi di Akhir Tahun

"Oleh karena itu, ayo vaksin dan vaksinasi bisa dilakukan di gerai-gerai vaksin yang disediakan pemerintah," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, nasib tragis dialami seorang gadis korban percobaan perkosaan di Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Gadis berusia 19 tahun itu ditolak polisi saat akan melaporkan kasusnya ke Polresta Banda Aceh.

Alasan penolakan, karena korban tidak memiliki sertifikat vaksin.

Saat itu, korban didampingi oleh aktivis dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia-Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI-LBH) Banda Aceh.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved