Breaking News:

Papua Barat Terkini

Lewat Momentum Maulid Nabi, Umat Islam di Sorong Diminta untuk Teladani Sifat Rasulullah

Ketua Tanfidzah PW NU Makassar KH Hamzah Harun Al Rasyid menuturkan, Maulid Nabi kali ini bertujuan untuk menghidupkan kembali sunah Rasulullah.

Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Safwan Raharusun
Umat Islam di Kota Sorong, Papua Barat, menghela peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Al Akbar. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM, SORONG - Sejumlah umat Islam kembali menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1443 Hijriah di Masjid Agung Al Akbar, Kota Sorong, Papua Barat.

Peringatan Maulid Nabi tersebut mengambil tema, meneladani perjuangan Rasulullah dalam membangun peradaban umat.

Ketua Tanfidzah PW NU Makassar KH Hamzah Harun Al Rasyid menuturkan, kegitan Maulid Nabi kali ini bertujuan untuk menghidupkan kembali sunah-sunah Rasulullah, yang dapat menjadikan umat agar selalu dalam lindungan Allah SWT.

Baca juga: Kasus Kumulatif Covid-19 Capai 12.947 Orang di Kota Jayapura

"Semoga pembangunan Masjid Al Akbar nantinya dapat bermanfaat buat masyarakat Kota Sorong, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh," ujar Harun, saat memberikan tausiah, Selasa (19/10/2021).

Sehingga, dalam umat di Kota Sorong, bisa meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW.

"Ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW dalam sikap dan perkataannya sehari-hari adalah rahmat bagi alam semesta," tuturnya.

Dengan segala sifat dari baginda Rasulullah, maka umat Islam tidak boleh berpikir secara inklusif, apalagi mendiskriminasikan orang lain karena perbedaan tertentu.

"Konteks berbangsa dan bernegara, di dunia memang ditakdirkan orang bersuku-suku, berbangsa-bangsa, dan memiliki keyakinan agama berbeda-beda," ungkapnya.

Baca juga: Paulus Waterpauw dan Roma Pasaribu Motivasi Mahasiswa Uncen

Ia berharap, umat Muslim di Kota Sorong, dapat meneladani Rasulullah sesuai dengan kemampuan masing-masing.

"Rasulullah adalah pribadi yang unik dan hebat. Satu sisi, Ia dapat bersikap sangat moderat kepada berbagai kabilah yang ada di Madinah," ujar Harun.

Baca juga: Pasca-Penggerebekan Markas KKB, Aktivitas Belajar Mengajar Pulih, Tapi Dihantui Rasa Takut

Selain itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong, Abdul Manan Fakaubun menambahkan, lewat momentum Maulid Nabi ini kiranya ada peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menjembatani semua denominasi agama di daerah ini.

"Sehingga, kita ingin supaya semuanya hidup rukun dan damai. Masalah agama Ko bikin ko punya, beta bikin beta punya," ucap Fakaubun.

"Tetapi dalam urusan tolong menolong tidak ada batasan, sebab siapapun yang membutuhkan bantuan maka kita harus ada. Tidak melihat Agama, dan Sukunya," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved