Breaking News:

Warisan Budaya Indonesia

Noken Papua Masuk Warisan Budaya Tak Benda, Tenun Ikat NTT Siap Nyusul

Kain Tenun Ikat dari NTT akan diusulkan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Indonesia. Sebelumnya, UNESCO telah menetapkan Noken Papua.

Editor: Roy Ratumakin
Kolase Tribun-Papua.com
Kain Tenun dari Nusa Tenggara Timur (NTT) akan diusulkan ke UNESCO, sebagai warisan budaya Indonesia. Sebelumnya, UNESCO tetal menetapkan Noken Papua sebagai Warisan Tak Benda. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Tenun Ikat merupakan kain tenun tradisional asli Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kain Tenun Ikat NTT dibuat dari proses menenun oleh tangan masyarakat NTT sendiri.

Di era modern sekarang, pesona Kain Tenun Ikat NTT tak tergerus zaman lantaran masih diproduksi hingga kini.

Motif dan warnanya yang bervariasi disebut-sebut bikin 'gemas' para penggunanya.

Baca juga: Mama Penjual Noken Papua di Kabupaten Mimika Terabaikan

Nama 'Tenun Ikat' sendiri merupakan kegiatan membuat kain dengan cara memasukkan benang pakan secara horizontal pada benang-benang lungsin, biasanya telah diikat dahulu dan sudah dicelupkan ke pewarna alami.

Pewarna alami tersebut biasanya dibuat dari akar-akar pohon dan ada pula yang menggunakan dedaunan.

Belakangan ini, guna menjawab kebutuhan pasar dan modernisasi, proses pewarna tidak saja dilakukan secara alami tapi juga dari bahan pewarna kimia.

Jika dulu Tenun Ikat NTT hanya digunakan untuk acara adat dengan cara dililitkan ke pinggang, kini Tenun Ikat NTT sudah dibuat menjadi berbagai macam produk.

Beberapa produk tenun ikat di antaranya, baju, gaun, kemeja, jaket, sepatu, tas wanita, tas ransel, juga aksesoris seperti kalung, gelang, cincin, sepatu, bandana, tempat pensil, dan lainnya.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat, Wury Estu Handayani berjanji mengusulkan Tenun Ikat NTT ke UNESCO, sebagai warisan budaya Indonesia.

Baca juga: Noken Papua, Berikut Lokasi Penjual dan Harganya di Kota Jayapura

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved