Breaking News:

Pinjaman Online

OJK : Kenali Karakteristik Pinjaman Online Ilegal

Kondisi keuangan yang tidak stabil di kala pandemi membuat masyarakat perlu memikirkan cara lain demi kestabilan ekonomi

Penulis: Nadila Larajina | Editor: Musa Abubar
Ilustrasi
Ilustrasi Pendaftaran Peminjaman Online 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Nadila Larajina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kondisi keuangan yang tidak stabil di kala pandemi membuat masyarakat perlu memikirkan cara lain demi kestabilan ekonomi.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Perwakilan Papua dan Papua Barat, Adolf FT Simanjuntak mengatakan untuk kondisi ekonomi tetap stabil, tidak sedikit masyarakat yang memilih untuk mengajukan pinjaman.

Baca juga: Kasat Reskrim dan Intelkam Polres Mimika Dimutasi

"Saat ini terdapat beberapa jenis pinjaman, salah satunya yaitu pinjaman online,"kata Adolf melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Rabu (20/10/2021)

Dengan pinjaman online, kata dia, memudahkan masyarakat untuk meminjam sejumlah uang tertentu tanpa perlu mengantre di bank atau tempat peminjaman lain.

Baca juga: Amnesty Internasional Desak Jokowi Tuntaskan Investigasi Tragedi 1965, Media Asing Ungkap Fakta Baru

Lanjut dia, lantaran dengan pinjaman online, masyarakat dapat memperoleh uang dengan cepat dan mudah.

"Namun, masyarakat perlu waspada mengenai pinjaman online. Karena tidak semua pinjaman online memiliki status legal,"ujarnya.

Baca juga: Korban Tembak di Pendulangan Emas Kali Kabur Mimika Akan Dioperasi, Pelaku Belum Diungkap

Banyak juga pinjaman online yang berstatus ilegal.Berikut, beberapa karakteristik pinjaman ilegal menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni ;.

-Tidak berdaftar dan berizin di OJK
- Alamat penyelenggara tidak jelas/ aneh dan sering berganti nama
- Sumber informasi yang menawarkan pinjaman tidak dikenal

- Website aplikasi yang meminta akses penuh secara otomatis selain kamera, microphone, dan lokasi

- Riwayat pelayanan kurang baik, penagihan cenderung kasar dan tidak etis, serta melawan hukum

- Menetapkan suku bunga tinggi, fee besar, dan denda tidak terbatas.
OJK juga mengimbau kepada masyarakat yang akan mengajukan pinjaman online agar memperhatikan hal-hal berikut.

- Penggunaan dana pinjaman hanya untuk kebutuhan produktif dan/ mendesak
- Memperhatikan aspek legalitas (terdaftar dan berizin di OJK) dan logisnya penawaran pinjaman online

- Pinjaman sesuai kebutuhan dan kemampuan
- Memahami manfaat, biaya, bunga jangka waktu, denda, dan risikonya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved