Jumat, 10 April 2026

Papua Terkini

Jon Angker, Warga Jayapura Ditemukan Tewas Dalam Selokan di Surabaya

Jon Angker (45) warga asal Jayapura ditemukan warga Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya dalam kondisi meninggal dunia.

Editor: Roy Ratumakin
KOMPAS.COM/MUCHLIS
Gabungan Petugas Saat Melakukan Evakuasi Jasad Jon Angker (45) Asal Warga Jayapura yang ditemukan Tak Bernyawa di dalam Selokan di Jalan Prapat Kurung, Perak Utara, Surabaya, Kamis, (21/10/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURAJon Angker (45) warga asal Jayapura ditemukan warga Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya dalam kondisi meninggal dunia dalam selokan.

Penemuan tersebut pada, Kamis (21/10/2021). Mayat tersebut ditemukan warga dalam keadaan tengkurap dan mengenakan kaos pendek dan celana hitam pendek.

Kasat Reskrim Polres Tanjung Perak Surabaya AKP Giadi Nugraha, identitas mayat itu telah diidentifikasi. Korban merupakan warga Jayapura bernama Jon Angker (45). 

Baca juga: Kontra Persipura, Persik Kediri Siap Raih Angka Sempurna

"Dugaan sementara dari kami yang bersangkutan meninggal dunia karena sakit," kata Giadi, dikutip Tribun-Papua.com dari laman Kompas, Kamis (21/10/2021).

Giadi menuturkan, polisi dan tim medis langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

Petugas juga langsung membawa mayat untuk diautopsi.

"Tadi sekitar 06.00 WIB ya gegernya, tapi tak lama petugas medis langsung lakukan evaluasi untuk dilakukan otopsi, di RSUD dr Soetomo Surabaya," tutur dia.

Giadi menyebut, tidak ditemukan luka atau bekas kekerasan di tubuh korban.

Jon, kata dia, merupakan pendatang yang bekerja di salah satu perusahaan di Pelabuhan Tanjung Perak.

Baca juga: Panggung Semarak Peparnas XVI Siap Guncangkan Kota Jayapura Besok

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara karena sakit. Baru dugaan. Kami belum bisa menyimpulkan. Karena masih didalami oleh tim identifikasi (inafis)," jelasnya.

Giadi tidak bisa memberikan komentar terlalu banyak, karena harus menunggu hasil visum atau autopsi yang sedang dilakukan oleh tim medis.

"Kami masih menunggu hasilnya dulu, kami mohon waktunya," pungkas dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved