Breaking News:

Napi Terpidana Mati Guyur Air Got ke Napi Lain, Kapolsek Sebut Bukan Bully, Keluarga Korban Protes

Seorang napi terpidana mati Teddy Fahrizal viral videonya menyiram air comberan terhadap napi lain, bernama Ersa Bagus Pratama.

Youtube RedaksiRealita
Seorang Lapas Kelas 1A Pontianak, Ersa Bagus Pratama Diguyur Air Comberan 

Narapidana yang terjongkok tidak melawan ketika seorang pria kembali mengguyur tubuhnya dengan air comberan berwarna hitam pekat.

Peristiwa yang viral itu diketahui oleh keluarga korban bully, yakni Joni.

Joni mengungkapkan sosok narapidana yang dibully adalah saudaranya bernama Ersa Bagus Pratama yang kini tinggal di Lapas Kelas 1A Pontianak atas kasus narkoba.

Terkait aksi bullying yang terjadi, Joni mengaku sangat menyesal.

Mengingat kerabatnya menjadi korban perundungan di dalam lingkungan Lapas yang diawasi penuh oleh aparat.

Dirinya menduga sosok pria yang membully Ersa adalah kelompok dari terpidana mati kasus narkoba, Teddy Fahrizal.

Teddy diungkapkannya menjadi jagoan di Lapas Kelas 1A Pontianak.

Baca juga: PON XX Usai, Kasus Kumulatif Terkonfirnasi Positif Covid-19 di Kota Jayapura Capai 12.949 Orang

"Ersa diduga di-bully anak buah Teddy. Dia (Teddy) jagoan di sana. Makanya orang lapas juga nggak mencegah," ungkap Joni dihubungi pada Senin (18/10/2021).

Atas peristiwa tersebut, Joni meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia, khususnya petugas Lapas Kelas 1A Pontianak untuk menindak tegas para pelaku bullying.

Dirinya pun berharap agar Teddy yang merupakan terpidana mati itu dapat dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Tujuannya agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Begitu juga dengan kasus dugaan peredaran narkoba di dalam Lapas Kelas 1A Pontianak.

"Lebih baik dipindahkan saja ke Nusakambangan kan sudah divonis mati. Di situ pengamanan petugas lebih maksimum," ujar Joni.

Terkait hal tersebut, Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Republik Indonesia, Ade Kusmanto belum dapat dihubungi.

Sambungan telepon maupun pesan singkat belum mendapatkan balasan.

(*)

Berita daerah lainnya

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved