Ekonomi

TKDN Hulu Migas Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional : Punya Peran Ganda

Industri hulu minyak dan gas bumi (Migas), hingga kini masih menjadi lokomotif perekomian nasional, yang kontribusinya pada penerimaan negara

Dokumen SKK MIGAS
Pengecekan sejumlah alat pendukung industri hulu migas 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Industri hulu minyak dan gas bumi (Migas), hingga kini masih menjadi lokomotif perekomian nasional, yang kontribusinya pada penerimaan negara.

Bahkan, menciptakan multiplier effect (efek berganda) pada pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan penerimaan negara mengalami pertumbuhan yang luar biasa menyusul naiknya harga minyak dan efisiensi dalam operasi migas.

Baca juga: Panglima TNPBP-OPM Buka Suara Soal Trauma Healing oleh Komnas HAM di Markasnya

"Per September 2021, realisasi penerimaan negara dari sektor hulu migas mencapai USD9,53 miliar atau mencapai 131 persen,"kata Soetjipto, melalui rilis yang diterima TribunPapuaBarat.com, Kamis (21/10/2021).

Pencapaian tersebut, melebihi target tahun ini sebesar USD7,28 miliar.

Selain kontribusi dalam bentuk penerimaan negara secara langsung, lanjut dia, industri hulu migas juga berperan dalam menciptakan dampak berganda.

"Bisa menggerakkan sektor industri atau jasa lainnya, penyerapan tenaga kerja dan pengembangan ekonomi lokal,"ujarnya.

Baca juga: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Persipura Jayapura Vs Persik Kediri, Cek Linknya

Terkait pengembangan industri nasional, pihaknya telah berhasil mencapai angka TKDN 58 persen pada pembelanjaan barang atau jasa hulu migas per September 2021.

"Capaian ini di atas target yang ditetapkan pemerintah sekitar 50 persen pada tahun 2024,"kata Soetjipto.

"Total pengadaan barang dan jasa per 30 September 2021, telah mencapai USD2,6 miliar dengan komitmen TKDN sebesar 58 persen,"ujarnya.

Nilai kontribusi migas bagi sejumlah industri lain pada tahun 2020-2021 mencapai USD7,126 miliar.

Baca juga: Main Sekarang, Berikut Susunan Pemain Resmi Persipura Vs Persik Beserta Link Nonton

"Industri-industri ini mendapatkan efek berganda karena tetap beroperasinya sektor hulu migas di saat pandemi Covid-19,"ujar Soetjipto.

Salah satunya industri transportasi yang mencatat nilai USD 470 juta dengan TKDN sebesar 78 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved