Breaking News:

KKB Papua

Ungkap Alasan KKB Putuskan Gabung NKRI dan Serahkan Amunisi, TNI Sebut Berkat Suksesnya PON XX Papua

Suksesnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua menyentuh kesadaran anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Distrik Angkaisera.

Editor: Claudia Noventa
korem173-tniad.mil.id
Anggota KKB Papua di Kepulauan Yapen Menyerah dan kembali ke NKRI. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengungkapkan alasan terkait Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) akhirnya tersadar dan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Diungkapkan, bahwa suksesnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua menyentuh kesadaran anggota KKB di wilayah Distrik Angkaisera dan Distrik Yapen Utara Kabupaten Kepulauan Yapen.

Bahkan, para anggota tersebut memutuskan untuk kembali berjanji setia kepada NKRI dan menyerahkan 6 pucuk senjata rakitan beserta munisinya kepada aparat.

Baca juga: Setelah Lihat PON Sukses di Papua, KKB Yapen Putuskan Gabung NKRI

Baca juga: KKB di Yapen Serahkan Amunisi ke Aparat, TNI: Setelah Lihat PON di Papua Mereka Putuskan Gabung NKRI

Tepatnya di Aula Kodim 1709/Yawa, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan dan Dandim 1709/Yawa Letkol Inf Leon Pangaribuan menerima langsung.

Danrem 173/PVB mengungkapkan, dua anggota KKB Papua tersebut menyerahkan 6 pucuk senjata api rakitan yang terdiri dari 4 pucuk laras panjang, 2 pucuk laras pendek (pistol), 97 butir munisi, 1 buah HT, 4 lembar bendera bintang kejora dan beberapa dokumen.

Mereka tergerak untuk menyerah dan kembali ke NKRI setelah melihat keseriusan Pemerintah Indonesia karena telah membangun Papua dan ditambah terlaksananya PON yang sangat megah.

“Sebenarnya mereka sudah begitu lama menyimpan senjata beserta amunisi ini, sebab mereka itu beranggapan Papua akan merdeka. Namun setelah melihat pembangunan dan penyelenggaraan PON di Papua, mereka yakin inilah yang benar bahwa papua sebenarnya dibawah bingkai NKRI,” sambung Brigjen Iwan, melansir dari korem173-tniad.mil.id.

“Selain itu, penyerahan diri kedua simpatisan ini juga karena ingin mendapatkan kehidupan yang tenang dan tanpa dibayang-bayangi oleh kejaran aparat keamanan.

Penyerahan diri kedua simpatisan ini juga merupakan hasil dari upaya komunikasi yang baik dari Kodim 1709 Yawa dan jajarannya beserta seluruh pihak terkait dan ini adalah keberhasilan dan terobosan yang dilakukan tanpa memerlukan letusan senjata dan pengejaran aparat keamanan”, lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Danrem juga meminta kepada Pimpinan TPN/OPM Wilayah Saireri Fernando Worabai bersama para pengikutnya yang masih berseberangan dengan NKRI untuk segera kembali ke pangkuan ibu Pertiwi.

Baca juga: Curhat Nakes Korban KKB di Papua: Kami Ingin Bertemu Keluarga dan Mengurangi Trauma

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved