Breaking News:

Bu Lurah di Siantar Mengaku Dianiaya Oknum TNI hingga Berdarah-darah, Korban Tolak Damai

Lurah Asuhan di Kota Siantar, Walmaria Zalukhu mengaku menjadi korban penganiayaan oknum TNI AD Serda JS terkait prokes di Kota Pematang Siantar.

Editor: mohamad yoenus
Tribun-Papua.com/Tribunnews.com
Kapenrem 022/PT Mayor Sondang Tanjung (Kiri), Lurah Asuhan Walmaria Zalukhu (Tengah) dan Kepala Inspektorat Junaedi Sitanggang, Senin (23/8/2021)  

Saiful mengatakan, para pihak sudah mengupayakan perdamaian dengan kehadiran para pihak yang bersangkutan.

"Perdamaian tidak terlaksana. Upaya mediasi sampai tadi malam beliau (Lurah Asuhan Walmaria Zalukhu) sudah bersedia untuk berdamai. Namun yang bersangkutan tidak datang," katanya kembali.

Pertikaian ini semula karena Walmaria Zalukhu mengaku dianiaya oleh oknum prajurit TNI-AD berinisial JS, Minggu (22/8/2021) malam.

Walmaria mengaku penganiayaan berawal karena dirinya menjalankan operasi yustisi PPKM Level IV di wilayahnya.

Baca juga: Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Sat Lantas Polres Manokwari, 50 Persen Tak Punya SIM

Padahal menurut beberapa relawan Covid-19, saat itu tak ada operasi yustisi dari Satgas Covid-19 di kelurahan Asuhan, melainkan Kelurahan Tomuan. Walmaria mengalami luka di bagian mulut dan hidung, selanjutnya memfoto kondisinya di Facebook.

Fakta diketahui, antara lurah dan oknum prajurit asal Kodim Tapanuli Utara itu ternyata masih bertetangga.

Kedua rumahnya hanya berselang satu rumah dan sama-sama membuka kedai kelontong.

Lebih lanjut, Tim Relawan Covid-19 Kelurahan Asuhan mengaku heran mengapa lurahnya bisa dipukul oleh oknum prajurit TNI-AD yang masih bertetangga tersebut.

(*)

Berita daerah lainnya

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Kasus Oknum Tentara Aniaya Bu Lurah Hingga Berdarah-darah, Ini Perkembangannya Kata Polisi

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved