Breaking News:

Kuliner Khas Papua

Menelusuri Jejak Papeda di Masa Lalu hingga Jadi Kuliner Khas Papua

Ada temuan-temuan benda-benda peninggalan sejarah masa lalu, yang digunakan untuk produksi Sagu

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
KULINER - Potret Papeda sebagai makanan khas masyarakat Papua, yang telah diwariskan secara turun temurun, dan menjadi bagian dari budaya dan identitas, Senin (25/10/2021).  

Budaya gerabah ini diperkenalkan di daerah pesisir utara Papua, dan pulau-pulau di lepas pantai Papua. 

Wisata Kuliner Papua, Papeda Bungkus dan Ikan Louhan dari Kampung Abar Sentani

Seperti diketahui pohon Sagu hanya tumbuh di dataran rendah Papua, sehingga budaya makan Papeda hanya dikenal di daerah pesisir Papua.

Sejak dulu, pati Sagu menjadi bahan utama pembuatan papeda. 

Terdapat dua jenis Papeda yang telah dikenal sejak masa lampau, yakni Papeda Panas dan Papeda Bungkus. 

Secara tekstur, Papeda Panas sepintas mirip bubur, proses pembuatannya ialah pertama pati Sagu diberi perasan air Jeruk Nipis, dan dituangkan air mendidih.

Hingga saat ini, Papeda Panas dinikmati dengan lauk Ikan Kuah Kuning dan sayur tumisan daun pepaya.

Semarakan PON, Kampung Abar Sentani Akan Gelar Festival Makan Papeda Dalam Gerabah

Untuk jenis Papeda Bungkus, secara visual dibungkus menggunakan daun fotofe atau forofe (sejenis daun pisang-pisangan). 

Pembuatan papeda bungkus diawali dengan mengambil Papeda yang panas, kemudian dikemas dalam daun fotofe. 

Setelah itu, didiamkan beberapa saat hingga Papeda menjadi dingin, kemudian baru dapat dinikmati.

Masyarakat pra sejarah saat itu, menyajikan Sagu atau Papeda bersama Pisang, Keladi, Kelapa, Sukun dan Tebu untuk dikonsumsi. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved