Breaking News:

Kuliner Khas Papua

Menelusuri Jejak Papeda di Masa Lalu hingga Jadi Kuliner Khas Papua

Ada temuan-temuan benda-benda peninggalan sejarah masa lalu, yang digunakan untuk produksi Sagu

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
KULINER - Potret Papeda sebagai makanan khas masyarakat Papua, yang telah diwariskan secara turun temurun, dan menjadi bagian dari budaya dan identitas, Senin (25/10/2021).  

Sebagai warisan makanan khas Nusantara, Papeda diketahui tidak hanya sebagai santapan semata, namun lebih dari itu memiliki nilai sejarah. 

Dibekali Kungfu Chef Muto, Snack Bar Sagu Bakal Jadi Makanan Atlet Peparnas XVI Papua

Secara adat, masyarakat di Papua menghormati bahan pembuatan Papeda, yaitu Sagu sebagai bagian dari hidupnya. 

Suku-suku di pesisir Papua juga memiliki mitologi Sagu, yang dikenal dengan kisah penjelmaan manusia. 

Selain memiliki nilai historis sejarah, Sagu juga menjadi pangan terhormat di Raja Ampat Papua Barat. 

Masyarakat adat di Raja Ampat biasanya mengucap syukur, melalui upacara adat yang digelar setelah memanen Sagu, termasuk tradisi makan Papeda bersama. 

Seiring bergantinya zaman, kini pola konsumsi Papeda sebagai santapan lokal masih terus lestari. 

Papeda masih marak dijumpai di rumah-rumah, restaurant dan saat acara-acara tertentu. 

Hanya saja, saat ini kebiasaan atau cara makan Papeda, perlahan mulai berubah. 

Semisal di Kampung Abar Distrik Ebungfau Kabupaten Jayapura, yang mulai menggaungkan kembali, tradisi makan Papeda dengan sempe atau gerabah sesuai nenek moyang mereka. 

Sejatinya, Papeda sebagai makanan khas bukan hanya dijadikan sebagai pengisi perut dikala lapar. 

Akan tetapi telah berakar kuat, secara turun temurun dari generasi ke generasi, hingga menjadikannya bagian dari budaya dan identitas orang Papua. (*) 

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved