Breaking News:

KKB Papua

282 Pengungsi di Oksibil Segera Dipulangkan ke Distrik Kiwirok Papua

Ratusan warga Distrik Kiwirok yang mengungsi ke Distrik Oksibil ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, akan segera dipulangkan.

Istimewa/ Tribun-Papua.com
Satgas Gabungan TNI Polri dan polres pegunungan bintang melaksanakan Evakuasi Warga dari Distrik Kiwirok 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Ratusan warga Distrik Kiwirok yang mengungsi ke Distrik Oksibil ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, akan segera dipulangkan.

Pemulangan 282 pengungsi tersebut, menyusul situasi keamanan di Distrik Kiwirok sudah kembali kondusif, pascaganggunan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyerang tenaga kesehatan serta membakar sejumlah fasilitas umum, dua bulan lalu.

"Setelah dilakukan audiensi, bupati menyanggupi untuk memfasilitasi pengungsi kembali ke Kiwirok, sekaligus pengungsi dari Okika, Okiop dan Okbibab," kata Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito, Rabu (27/10/2021), dikutip Tribun-Papua.com dari laman Kompas.

Baca juga: Peringati Sumpah Pemuda, Markas Merah Putih Berikan Bingkisan untuk Veteran

Audensi atau tatap muda tersebut, kata Cahyo telah dilakukan oleh Bupati Pegunungan Bintang di Gereja GIDI Oksibil.

Cahyo menuturkan, situasi keamanan di Kiwirok diklaim telah dapat dikendalikan oleh aparat gabungan TNI-Polri usai gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada 13 September 2021.

Personel TNI-Polri, menurut Cahyo, telah berhasil memukul mundur KKB pimpinan Lamek Taplo keluar dari Distrik Kiwirok.

"Kelompok Lamek Taplo sudah tidak ada di Kiwirok karena TNI-Polri sudah menguasai keadaan," ujarnya.

Cahyo menyampaikan, kebutuhan para pengungsi telah dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang selama berada di Oksibil.

Baca juga: Mantan Ketua Perindo Papua Barat Diperiksa Kejaksaan Tinggi 4 Jam, Dicerca 15 Pertanyaan

Cahyo pun menegaskan, aparat keamanan mengawal proses pemulangan para pengungsi.

"Tentu aparat bersinergi dengan pemerintah daerah untuk pemulangan pengungsi," ucapnya.

Situasi keamanan di Distrik Kiwirok diketahui mulai terganggu sejak 13 September 2021.

Saat itu KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo, terlibat kontak senjata dengan aparat keamanan.

Dari kejadian tersebut, seorang anggota TNI mengalami luka tembak di bagian tangan, sedangkan Elly M Bidana, komandan operasi KKB Ngalum Kupel tewas dan dua anggota KKB lainnya terluka.

Namun setelah kontak senjata tersebut, KKB justru turun ke pusat kota Kiwirok dan melakukan pembakaran sejumlah fasilitas umum, seperti Puskesmas, sekolah, hingga kantor Bank Papua. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved