Ekonomi

AKBP Untung Sangaji Ingin Entaskan Kemiskinan di Merauke Dengan Swasembada Pangan

Komitmen AKBP Untung Sangaji mengembangkan sektor perikanan, pertanian, dan ekonomi di Merauke

Penulis: Hidayatillah | Editor: Musa Abubar
Istimewa
Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji bersama Wakapolres Merauke dan anggotanya menanam bibit pohon pisang beta di Kelurahan Kelapa Lima, Merauke, Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM,MERAUKE – Mentari bersinar cerah dilangit Merauke pukul 16.30 WIT, pria berbadan tegap lengkap dengan baju dinas polisi masih sibuk mengangkut karung, menggali lubang tanah dan menanam bibit pohon pisang di sudut kolam bandeng yang terletak di Kelurahan Kelapa Lima, Merauke, Papua.

Namanya, AKBP Ahmad Untung Surianata atau akrab disapa AKBP Untung Sangaji yang kini tepat satu tahun menjabat Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Merauke. Polisi humanis yang disayangi masyarakat dari Aceh hingga Merauke.

Baca juga: Putri Papua Dapat Posisi Strategis, Dilantik Jokowi Jadi Dubes Selandia Baru

Usai melaksanakan tugas utamanya, Kapolres Merauke didampingi pejabat utama dan anggota memanfaatkan waktu untuk menanam bibit pohon pisang langka.

Tampak ditepi kolam, Ketua Bhayangkari Cabang Merauke, Ndari Untung Sangaji bersama buah hatinya, Ayra turut menabur-nabur pakan untuk benih ikan bandeng.

Sejalan dengan komitmen AKBP Untung Sangaji mengembangkan sektor perikanan, pertanian, dan ekonomi di Merauke.

Sektor ekonomi yang sudah dilaksanakan yaitu home industri kancing unik batok kelapa dan minyak goreng kelapa mampu menghasilkan produk unggulan.

Baca juga: Persiapan Pemilu Serentak 2024, Bawaslu Jayapura Siap Jalin Kerja Sama Dengan Berbagai Pihak

Kini semangatnya makin merambah ke sektor perikanan dan pertanian. AKBP Untung Sangaji membudidayakan ikan bandeng untuk kedepan dijadikan bandeng presto.

Selain itu, memanfaatkan lahan dipinggir kolam dengan menanami pohon pisang beta dan pisang merah yang langka harus didatangkan langsung dari Seram bagian Barat, Ambon, Maluku.

Bahkan, rencananya akan membudidayakan pisang tongka langit. Selain itu, ada bibit labu madu (curcubita moschata) yang memiliki cita rasa manis dengan tekstur lembut, diambil dari Trubus juga mulai dikembangkan di bumi anim ha.

Baca juga: Sumpah Pemuda, LMA Papua Barat : Orang Papua Diminta Untuk Jangan Lupa Sejarah

“Ini swasembada pangan bidang pertanian dan perikanan agar masyarakat dapat menambah nilai lebih untuk program pengentasan kemiskinan,”kata orang nomor satu dijajaran Polres Merauke ini kepada Tribun-Papua.com disela-sela kesibukannya, Kamis (28/10/2021).

Dia menjelaskan, sengaja memilih tanaman pisang karena mudah beradaptasi dengan tanah dan cepat panennya.

Diprediksi, benih ikan bandeng yang terlebih dahulu disebar itu akan bersamaan dipanen 3 bulan kedepan dengan pisang beta, pisang merah, dan labu madu karena usianya sudah 3,5-4 bulan. Bidudaya tersebut melibatkan masyarakat asli Papua suku Muyu.

Baca juga: DPR RI Bersama Ditjen PKH Kementan Genjot Peternakan di Merauke

“Dihari pangan sedunia juga mengingatkan kita Jangan hanya makan dengan nasi. Kita bisa makan dengan singkong, ubi, keladi,"ujar AKBP Untung Sangaji.

"Pangan lokal ini juga bisa dibuat variasi kue dan biskuit, hanya kita belum mulai karena baru selesai PON XX. Kasih kita waktu (mengolah, red) karena alatnya sudah ada, tinggal waktu membuatnya,”katanya.

Dia berharap, berbagai cara yang dilakukan bisa membantu masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan. Sebelumnya, Polres Merauke juga sudah mengembangkan budi daya padi brasmadi (India) di kampung eks transmigrasi SP Distrik Tanah Miring. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved