Breaking News:

Sumpah Pemuda

Memacu Spirit Pelajar di Hari Sumpah Pemuda, YAPIS 02 Manokwari Gelar Kegiatan

Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Islam (SD YAPIS) 02 Manokwari, menggelar peringatan hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun.

Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Safwan Raharusun
Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Islam (SD YAPIS) 02 Manokwari, menggelar peringatan hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Islam (SD YAPIS) 02 Manokwari, menggelar peringatan hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk merangsang semangat dan spirit perjuangan siswa-siswi dan guru, untuk terus mengukir prestasi.

Hal tersebut disampaikan Plh Kepala Sekolah SD YAPIS 02 Manokwari Zarmunah.

Baca juga: Momen Sumpah Pemuda, PT Angkasa Pura I Tanam Pohon di Kawasan Gunung Cycloop Sentani

"Ada sejumlah kegiatan yang digelar dalam peringatan sumpah pemuda, agar dapat memotivasi para siswa," ujar Zarmunah, kepada TribunPapuaBarat.com, Kamis (28/10/2021).

Kegiatan tersebut seperti, lomba menghafal teks sumpah pemuda, mendongeng, puisi dan pantun.

"Kegiatan itu diikuti oleh anak-anak kelas satu hingga enam SD YAPIS 02 Manokwari, dan bahkan guru-guru," tuturnya.

Sehingga, mereka bisa tetap belajar dan menorehkan prestasi, untuk meneruskan kemerdekaan Indonesia.

"Selain mengikuti kegiatan, kami juga memberikan pemahaman-pemahaman terkait dengan hari bersejarah ini," kata Plt Kepala Sekolah YAPIS 02 Manokwari.

Sebab, masih banyak anak-anak Indonesia belum mengetahui sejarah terkait hari sumpah pemuda ini.

Baca juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda Murid SATP Selenggarakan Festival Bulan Bahasa

"Hari ini adalah momentum dimana seluruh pemuda Indonesia membuat sebuah ikrar atau sumpah, yang didalamnya ada tiga poin seperti Tanah Air, Berbangsa dan Berbahasa," ucapnya.

"Lewat ikrar itu tidak boleh lagi ada sekat antar pemuda, untuk memperjuangkan dan meneruskan kemerdekaan Indonesia,"

Lanjutnya, jika zaman dulu perjuangan harus angkat senjata dan nyawa harus jadi korban. Maka pemuda hari harus melanjutkannya untuk terus mengukir prestasi. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved