Paulus Waterpauw

Ini Komitmen Paulus Waterpauw untuk Wilayah Perbatasan Sesuai Amanah dari Presiden Jokowi

Paulus mengaku telah melihat langsung kondisi Pasar Skouw bersama Kementerian Koperasi yang sangat memprihatinkan dan tak bisa ditingalkan.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Ri
istimewa
Deputi Potensi Kawasan Perbatasan di Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), Komjen Paulus Waterpauw (tengah) saat foto bersama di Wilayah Pebatasan RI-PNG 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA –  Deputi Potensi Kawasan Perbatasan di Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), Komjen Paulus Waterpauw memimpin rapat koordinasi (rakor) terbatas bersama pemangku kepentingan di Kantor Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Kamis (28/10/2021) kemarin.

Dalam rapat tersebut, Paulus mengaku telah melihat langsung kondisi Pasar Skouw bersama Kementerian Koperasi yang sangat memprihatinkan dan tak bisa ditingalkan.

Baca juga: Kemenkes Tak Kirim Logistik, Stok Vaksin Imunisasi BOPV Berbulan-bulan Kosong di Papua Barat

Ia berharap ada kepedulian semua pihak dalam pengelolaan potensi di perbatasan, terutama pemeliharaan Pasar Skouw yang butuh perhatian guna meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

"Jangan berharap ada anggaran dari negara, tetapi harus ada kepedulian dari kita, prinsip saya begitu. Bapak ibu jangan tersingung, karena itu sudah sifat kita. Bagaimana mengembangkan potensi pasar ini, kita manfaatkan potensi yang ada," pintanya.

Baca juga: Persiapan 98 Persen, Tim Sepakbola CP Papua Optimistis Raih Medali Emas 

Paulus yang mengaku baru belajar untuk penataan potensi di perbatasan juga akan melakukan apapun untuk peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

"Saya juga baru belajar, tetapi saya bilang kita kerja saja apa yang bisa kita kerjakan. Maunya pimpinan seperti itu, harus aksi, kerja jangan rapat koordinasi saja," lanjutnya.

Mantan kapolda empat kali itu meminta agar memahami soal Inpres nomor 1 tahun 2021 yang diterbitkan untuk percepatan pengembangan di kawasan perbatasan, salah satunya di Skouw, Papua.

Baca juga: Ketua KPA Papua Terancam Belasan Tahun Mendekam di Penjara, Diduga Korupsi Dana Hibah

"Inpres ini sudah ada dan jelas, Saya akan keras di sini, karena itu amanah presiden kepada saya. Untuk apa ada orang Papua di situ (BNPP), kalau tidak bisa kerja. Bintang tiga jadi deputi kalau tidak bisa kerja," Kata Paulus dengan nada keras.

Teras Indonesia

Sementara itu, Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri, Suzana Wanggai mengapresiasi respon cepat pemerintah pusat dalam hal ini Deputi Potensi Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan di Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), Komjen Paulus Waterpauw yang datang bersama Kementerian Koperasi untuk mengawal Inpres nomor 1 /2021 secara global, khususnya di perbatasan Papua.

“Mari ciptakan pusat pertumbuhan ekonomi di perbatasan dan menjadikan perbatasan sebagai pintu depan negara, wajah Indonesia di depan,” jelasnya.

Menurut Susi, PLBN Skouw sudah ada dan tinggal bagaimana semua pihak peduli untuk membenahi dan sinergitas bersama, agar tercipta perputaran ekonomi di perbatasan.

Baca juga: Resmi Jadi Tersangka, Ketua KPA Papua Ditahan di Sel Mako Brimob

“Kami apresiasi kegiatan hari ini, Deputi II, Bapak Paulus yang langsung menggandeng Kementerian Koperasi dan instansi terkait duduk bersama mengawal Inpres 1/2021,” jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved