Korupsi Dana AIDS Papua

Ketua KPA Papua Terancam Belasan Tahun Mendekam di Penjara, Diduga Korupsi Dana Hibah

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Papua, YM terancam belasan tahun penjara usai merugikan negara hingga Rp.7 M bersumber dari dana hibah Provinsi Papua

Editor: Ri
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi korupsi 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA –  Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Papua, YM terancam belasan tahun penjara usai merugikan negara hingga Rp.7 M bersumber dari dana hibah Provinsi Papua.

Hal itu diungkapkan Assisten Intel Kajati Papua, Ahmad Mudhor dalam rilisi yang diterima, Kamis (28/10/2021) malam.

Menurut Ahmad, Ia (YM) dijerat Undang Undang nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga: Usai Jadi Tersangka, Ketua KPA Papua di Tahan di Sel Mako Brimob, Ada Apa

“Pastinya belasan tahun, karena ini kasus korupsi, namun yang memutuskan nanti Pengadilan,” bebernya.

Diketahui usai ditetapkan tersangka atas kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp 7 M, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Papua YM, langsung menjalani penahanan di Mako Brimob.

Menurutnya penahanan dilakukan agar mempermuhan pemeriksaan oleh penyidik.

Disamping penitipan di mako brimob untuk mengantisipasi hal-hal tidak inginkan terjadi.

Baca juga: Kebakaran Landa Komplek Perumahan Guru di Yapis Waena, Tidak Ada Korban Jiwa

“Ini untuk mempermudah proses pemeriksaan lanjutan,” bebernya.

Ahmad menambahkan, dari hasil pemeriksaan tersangka YM, di ketahui negara mengalami kerugian sebesar Rp. 7 Miliar.

Dia mengatakan perbuatan YM telah memenuhi unsur tindak Pidana korupsi, sesuai yang diatur dalam Undang Undang nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Melalui serangkaian Pemeriksaan cukup panjang, status ketua KPA kita tingkatkan dari Saksi menjadi tersangka," ujarnya.

Baca juga: Kejaksaan Tinggi Papua Tetapkan Kepala Komisi AIDS Tersangka

Tim penyidik berkeyakinan perbuatan saksi dan berdasarkan sejumlah alat bukti yang ada sudah cukup kuat untuk meningkatan status YM dari saksi menjadi tersangka. 

"Keyakinan itu di dapati dari pemeriksaan saksi saksi, ada sekitar 12 orang saksi yang diperiksa, juga ada saksi ahli dari BPOM Jayapura, dan dokumen lainnya, serta juga dari keterangan YM sendiri yang mengindikasikan bahwa perbuatan YM sudah memenuhi unsur tindak pidana korupsi,” Ujarnya.

Guna mempermudah proses pemeriksaan lanjutan, tersangka YM langsung ditahan, dan di titipkan di Mako Brimob Polda Papua," tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved