Sosok
Cerita Rafael Budidayakan Ikan Cupang Saat Pandemi: Dari Hobi Jadi Usaha
Usaha yang dirintisnya, bermodal tabungan pribadi. Sisa uang jajan semasa sekolah menjadi tabungannya.
Penulis: Immanuel Borotoding | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Immanuel Borotoding
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Rafael Leatemia, remaja 17 tahun yang saat ini duduk di bangku SMA kelas 12, di Kota Jayapura, membuat usaha ikan Cupang sebagai hobi barunya.
Ide ini didapatkan saat pandemi Covid-19 berlangsung.
Proses belajar mengajar tatap muka yang dialihkan secara daring membuat remaja berdarah Toraja-Ambon ini merasa bosan.
Cara mengatasinya, ia mengoleksi berbagai jenis ikan Cupang.
Baca juga: Kostum Unik, Cara Toko Buku Gramedia Sambut Warga Jayapura Saat Halloween
Siapa sangka, dari hobi Rafael kini telah menjadi usaha. Hasilnya digunakan untuk menambah uang jajan sehari-hari.
Kepada Tribun-Papua.com, Rafael mengaku pengalaman membudidayakan ikan cupang diperoleh dari YouTube.
Usaha yang dirintisnya, bermodal tabungan pribadi. Sisa uang jajan semasa sekolah menjadi tabungannya.
Dalam sehari, Rafael memberi makan ikan Cupang piaraan sebanyak dua kali.
Baca juga: Seorang ABK Terseret Arus Kali Kampung Suator Asmat Papua
Setiap lima bulan sekali, ikan Cupang dikawinkan antara jantan dan betina.
“Ketika ikan berumur lima bulan, akan dipisahkan dan dibuat tempat tersendiri untuk mengawinkan keduanya.”
Kata Rafael, telur hasil perkawinan itu kemudian dipisahkan dan dibudidayakan kembali.
Baca juga: KKB Bakar Ambulans di Bandara Intan Jaya Papua Saat Kontak Tembak
“Telur yang dihasilkan dari perkawinan ini berjumlah 200an. Namun, tidak semuanya dapat bertahan hingga tumbuh besar."
"Hanya sekitar 70 hingga 80-an telur yang dapat tumbuh dan bertahan hingga besar,” katanya, sembari menunjukkan proses perkawinan ikan dalam sebuah tempat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/rafael-leatemia.jpg)