Breaking News:

Curas di Papua Barat

Hanya dalam Sebulan, Polisi Tangkap 8 Pelaku Curas di Manokwari

Hanya kurun waktu sebulan, Polres Manokwari, akhirnya membongkar sindikat komplotan pelaku curas, di Kabupaten Manokwari Papua Barat.

Tribun-Papua.com/ Safwan
Polres Manokwari saat merilis pengungkapakn kasus curas di Manokwari, Papua Barat 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUA.COM, MANOKWARI - Hanya kurun waktu sebulan, Polres Manokwari, akhirnya membongkar sindikat komplotan pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan mengatakan, jaringan ini terungkapkan berdasarkan laporan polisi (LP) berjumlah 23 dari masyarakat.

"Dari 23 LP tersebut, kami sudah tangkap sebanyak delapan orang pelaku curas yang beroperasi di Manokwari," ujar Kurniawan, kepada sejumlah awak media, saat melakukan press release, Senin (1/11/2021).

Ia menjelaskan, kedelapan orang itu, satu masih menjalani perawatan di rumah sakit sementara ketujuh lainnya yang sedang diamankan di ruang tahanan Polres Manokwari.

Baca juga: Takut Serangan KKB, 1000 Warga Intan Jaya Amankan Diri di Pos TNI-Polri dan Gereja

Dari hasil penangkapan komplotan tersebut, pihaknya berhasil mendapatkan barang bukti berupa kendaraan roda dua berjumlah 71 unit.

Lanjutnya, saat ini sekitar enam unit telah diambil oleh pemiliknya, sementara sisanya telah didorong ke Kejaksaan dan Pengadilan.

Kurniawan menjelaskan, modus yang digunakan oleh para pelaku curas rata-rata adalah menghadang dan bahkan melukai dengan menggunakan senjata tajam.

"Kebanyakan pada malam hari sekira pukul 00.00 WIT hingga pukul 04.00 WIT, dan rata-rata yang mereka incar adalah perempuan," ungkapnya.

Baca juga: Miris, Trotoar Pejalan Kaki Jadi Tempat Parkir Kendaraan, Masyakat Minta Pemerintah Tertibkan

Ia mengaku, para pelaku yang melakukan aksi curas masih berusia produktif mulai dari 20 hingga 25 tahun.

"Para pelaku ini ada yang masih sekolah, tidak tamat dan bahkan ada yang tidak sekolah," tuturnya.

Kata Kurniawan, para pelaku berani melakukan aksi curas karena alasan masalah ekonomi.

"Mereka ini sudah dalam bentuk kelompok, dan ada sebuah ikatan. Mereka rata-rata adalah anak Manokwari," ungkap Kapolres Manokwari.

Baca juga: Stok Habis, Ribuan Bayi di Papua Barat Terancam Tidak Mendapatkan Vaksin Imunisasi

Selain itu, berdasarkan keterangan yang diperoleh TribunPapuaBarat.com, melalui Kasat Reskrim Polres Manokwari Iptu Arifal Utama, dari delapan tersangka yang telah diamankan, terdapat dua otak dibalik curas di Manokwari.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved