Breaking News:

Papua Barat Terkini

Stok Imunisasi Kosong, Ombudsman Minta Gubernur Papua Barat Segera Ambil Langkah Cepat

Ombudsman perwakilan Papua Barat, menyayangkan terjadi kekosongan stok imunisasi atau vaksin rutin untuk bayi, di seluruh Kabupaten Kota di daerah ini

Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Safwan Raharusun
Kepala Perwakilan Ombudsman Papua Barat Musa Sombuk. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ombudsman perwakilan Papua Barat, menyayangkan terjadi kekosongan stok imunisasi atau vaksin rutin untuk bayi, di seluruh Kabupaten Kota di daerah ini.

Kondisi ini merupakan dampak dari strategi pemerintah dalam penanganan Covid-19, yang menyebabkan kewajiban lain malah terabaikan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Ombudsman Papua Barat Musa Sombuk.

Baca juga: LBH Papua: Kurangnya Perlindungan Negara di Tengah Konflik Bersenjata

"Terjadi refocusing anggaran hanya untuk penanganan Covid-19, namun mereka malah melupakan standar yang harusnya tetap jalan," ujar Sombuk, kepada TribunPapuaBarat.com, Senin (1/11/2021).

Harusnya, setiap anak wajib menerima vaksin mulai dari usia nol hingga satu tahun.

Jika lewat, nantinya petugas sulit dalam mengambil langkah-langkah lain.

"Kita akan lakukan langkah pengecekan di lapangan. Jika ada kendala maka kami akan menyampaikan hal ini kepada Ombudsman Republik Indonesia di Jakarta," tuturnya.

Sehingga, semua pihak (daerah dan pusat), harus memberikan perhatian yang lebih kepada pelayanan standar untuk bayi di Papua Barat.

"Tidak boleh stoknya berkurang, karena itu menyangkut keselamatan anak generasi penerus di Papua Barat," kata Sombuk.

Baca juga: Gebyar Peparnas XVI Guncangkan Halaman Kantor Gubernur Papua

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved