News

Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) Bhintuka dibangun Tahun 2006 Menghabiskan Lahan 4,52 Hektar 

embangunan BBIL Bhintuka Balai Benih Ikan Lokal ini dibangun untuk menyediakan benih ikan bermutu dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Ri
Istimewa
Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) Bhintuka 

Laporan reporter Tribun-Papua.com - Marselinus Labu Lela  

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Pembangunan BBIL Bhintuka Balai Benih Ikan Lokal ini dibangun untuk menyediakan benih ikan bermutu dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) Bhintuka dibangun pada Tahun 2006 dengan lahan 226 x 200 meter atau 4,52 hektar.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Leentje Siwabessy menyebutkan, fasilitas Kolam 17 buah,  bangsal benih 1 buah,  kantor 1 unit, barak 2 unit, gudang 1 unit, rumah genset 1 unit dan mulai beroperasi tahun 2007 hingga 2017.  

Dia merincihkan, produksi benih tahun 2016 sekitar 7.500 ekor.

"PAD Rp. 6.000.000, sedangkan tahun 2017 sekitar 16.750 ekor, dengan PAD Rp. 2.560.000," sebutnya.

Lanjutnya, revitalisasi dan inovasi  BBIL tersebut dari tahun 2018 sampai 2021. 

Baca juga: Obor Api Peparnas XVI Tiba di Kantor Walikota Jayapura 

"Tahun 2018 terjadi restrukturisasi organisasi dimana Bidang Perikanan Budidaya menjadi bidang tersendiri,” jelasnya.

“Dimana perubahan manajemen pengelolaan BBIL dilakukan untuk melakukan berbagai perubahan sehingga target-target BBIL dapat tercapai," tambahnya. 

Kata dia pada bulan Oktober 2021 target PAD BBIL telah tercapai 100 persen dibanding periode sebelumnya.

Baca juga: Tabrak Anjing, Seorang Pengendara Motor Tewas di Kota Jayapura

"Maka periode 2018 sampai 2021 benih mengalami peningkatan 358 persen, sedangkan PAD 1000 persen," katanya. 

Ia menambahkan revitalisasi BBIL dilakukan peningkatan sarana dan prasarana pada tahun 2018 merehab 6  kolam pemijahan ikan nila.

Tahun 2019 penambahan 12 kolam bak induk dan pendederan benih, rehab bangsal lama, bor air dan bak penampungan.

Baca juga: Hentak Kaki Yospan di Hari Jadi MRP

"Pada tahun 2020 pembangunan gerbang, mess magang, menara pengawas, jalan kompleks BBIL,  pagar, pompa air dan terjadi  refocusing," katanya.  

Saat ini  sistem RAS produktivitas bisa meningkat hingga 100 kali lipat.   

Sebagai gambaran, dengan sistem RAS ini, mampu menggenjot padat tebar nila hingga 5000 ekor/m3, dibandingkan sistim konvensional hanya 50 ekor/m3.

Baca juga: Satu Pentolan OPM Egianus Kogoya Tertangkap Aparat Gabungan di Yahukimo Papua

"Luas kolam saat ini 568.198 m2 dengan kebutuhan benih 7,9 juta ekor per masa panen. Pembangunan BBIL berasal dari dana DAK dan APBD," pungkasnya. (*)  

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved