Breaking News:

Sosok

Mari Mengenal Alam dan Merajut Noken di Sekolah "Yombe Yawa Datum"

Jika hendak mengenal nama-nama pohon, alam, merajut noken, sekaligus belajar bahasa Inggris, bisa belajar di sekolah "Yombe Yawa Datum."

Penulis: Musa Abubar | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
PON XX PAPUA 2021 - Kepala Suku Waisimon Alex Waisimon menolak penggunaan aksesoris Burung Cenderawasih saat PON Papua, Selasa (7/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Jika hendak mengenal nama-nama pohon, alam, merajut noken, sekaligus belajar bahasa Inggris, bisa belajar di sekolah "Yombe Yawa Datum."

Alex Waisimon bersama saudara-saudaranya beserta keluarganya membangun sekolah alam.

Sekolah alam itu diberi nama "Yombe Yawa Datum."

"Sekolah alam Yombe Yawa Datum ini adalah sekolah alam non formal, ko (kamu-red) bisa ajarin saya dan saya bisa ajarin ko," kata Alex.

Baca juga: Temung Tey Temung Frip Jadi Motivasi Alex Waisimon Bangun Ekowisata Isyo Hill Birdwatching

Ada dua bangunan sekolah, berdinding papan, alasnya juga dari papan hasil gergaji senso. Kedua bangunan sekolah itu berada di tengah pepohonan rimbun, tengah hutan.

Dua kurikulum yang diajarkan di sekolah itu yakni kurikulum bahasa Inggris dan bahasa Genyem. Siswa yang masuk sekolah ini belajar bahasa Inggris dan bahasa Genyem.

Selain belajar bahasa Inggris, ada juga pelajaran merajut noken. Ada satu pengajar mengajari siswa merajut noken, satu mengajar bahasa Inggris dan bahasa Genyem.

Pengajar yang mengajar siswa merajut noken itu telah mengajari keluarga Alex yang menjaga homestay.

Pengunjung yang datang silahkan membeli noken sebagai oleh-oleh dengan harga terjangkau.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved