News

Melalui Program TJSL, Angkasa Pura I Bandara Sentani Gelar Pelatihan Merajut Noken 

PT.Angkasa Pura I menggelar pelatihan merajut Noken, bagi 30 pemud di Sentani Kabupaten Jayapura. 

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Ri
istimewa
PROGRAM TJSL - Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Angkasa Pura I Bandara Sentani, mengadakan pelatihan merajut Tas Noken Kulit Kayu, Jumat (5/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - PT Angkasa Pura I menggelar pelatihan merajut Noken, bagi para pemuda di Sentani Kabupaten Jayapura. 

Stakeholder Relations Manager PT Angkasa Pura I Surya Eka kepada Tribun-Papua.com Jumat (5/11/2021), menyebutkan sebanyak 30 pemuda mengikuti giat pelatihan merajut Noken tersebut. 

"Mereka diajarkan bagaimana cara merajut kerajinan Noken dengan bahan dasar dari kulit, daun, dan akar tanaman lokal di CPA Hiroshi Sentani," jelasnya. 

Surya menjelaskan pelatihan merajut Noken itu, merupakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Angkasa Pura I Bandara Sentani. 

Baca juga: Berkah PON, Mama Barbalina Bisa Jajakan Kerajinan Gerabah Khas Kampung Abar 

Adapun tema yang diusung, ialah "Penanaman Pohon dan Pelatihan Kerajinan Noken Papua" dan dapat terlaksana berkat kerjasama dengan CPA Hiroshi Sentani. 

Menurut Surya, pelatihan kerajinan Noken bagi pemuda bertujuan untuk mengenalkan proses pembuatan Noken, atau tas yang dianyam dengan berbahan dasar kulit kayu pohon. 

"Sehingga kita semua perlu melestarikannya, karena sudah menjadi warisan budaya Papua dan merupakan identitas dari Papua," ujar Surya. 

Baca juga: Curi Motor di Dok V Jayapura, SA di Amankan Polisi 

Dirinya menambahkan, kebiasaan turun-temurun yang menjadi alasan utama agar Noken kulit kayu dapat dilestarikan, agar tidak tergusur oleh hadirnya Noken hasil anyaman nilon modern, seperti yang sudah beredar di pasaran saat ini. 

Pihaknya juga mengharapkan program ini, dapat menjadi wadah untuk melatih para milenial, agar mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam Noken. 

"Serta sekaligus mengajarkan bagaimana cara merajut Noken dengan bahan dasar dari kulit, daun dan akar tanaman," ucapnya. 

Diharapkan pula, dengan adanya Program TJSL PT Angkasa Pura I Bandara Sentani dapat melestarikan warisan budaya Noken. 

Baca juga: BMKG: Prakiraan Cuaca Pelabuhan Akan Terjadi Hujan Ringan

"Sebagaimana kita ketahui bersama, UNESCO telah resmi menetapkan Noken Papua, sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 4 Desember 2012 dan memasukkannya, dalam kategori In Need of Urgent Safeguarding," paparnya. 

Sebelumnya diketahui, selain program pelatihan kerajinan Noken Papua, PT Angkasa Pura I Bandar Udara Sentani juga telah melaksanakan penanaman 100 Pohon Klewha atau Mahkota Dewa. 

Pohon Klewha ini merupakan pohon bahan baku Noken. 

Baca juga: Gatot Nurmantyo Ingatkan Jenderal Andika Soal KKB di Papua

Hal ini tentu sebagai upaya pemuda dan didukung oleh PT Angkasa Pura I Bandara Sentani, untuk peningkatan kapasitas.

Khususnya, dalam mengelola dan menjaga sumber daya hutan, sebagai sumber mata pencaharian masyarakat lokal.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved