ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Persipura

Soal Pengaturan Skor, Jacksen F Tiago: Saya Tak Perlu Berkomentar

Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago, tidak mau berkomentar banyak soal isu pengaturan skor di Liga 1 lantaran tidak pernah terlibat.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua
Tangkapan Layar Tribun-Papua.co, Jacksen F Tiago mengaku capek harus terus menerima kekalahan bersama Persipura. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago, tidak mau berkomentar banyak soal isu pengaturan skor di Liga 1 lantaran tidak pernah terlibat dengan hal-hal seperti itu.

Sepakbola Indonesia kembali ramai dengan masalah pengaturan skor.

Seakan api yang bersembunyi di bawah lahan gambut, mafia-mafia pengaturan skor masih bersemayam di bawah permukaan sepakbola Tanah Air.

Baca juga: Jelang Lawan Bali United, Jacksen F Tiago: Kita Adalah Tim Besar

Isu pengaturan skor pun telah merambah seluruh kasta kompetisi Indonesia, mulai dari Liga 3 hingga Liga 1.

Di Liga 3 dan Liga 2, Komite Disiplin (Komdis) PSSI baru saja menghukum lima mantan pemain Perserang Serang dan satu pemain Persic Cilegon.

Mereka terbukti melakukan pengaturan skor dan terlibat penyuapan pemain dalam gelaran Liga 2 2021.

Komdis PSSI pun memberikan sanksi bervariasi, mulai dari dengan Rp10-30 juta, serta larangan beraktivitas di sepakbola Indonesia selama 24-60 bulan.

Isu pengaturan skor rupanya juga terdengar santer dari gelaran Liga 1 2021.

Kali ini pelakunya bukan pemain, melainkan perangkat pertandingan dan wasit yang memimpin laga.

Kabar itu terungkap setelah acara Mata Najwa yang ditayangkan pada Rabu (3/11/2021) malam WIB menghadirkan seorang perangkat pertandingan berinisial Mr. Y.

Baca juga: Terpuruk, Jacksen F Tiago: Temui Suporter Ketimbang Menghindar

Kepada Najwa Shihab, Mr. Y mengaku bahwa dirinya sudah beberapa kali melakukan pengaturan skor dalam gelaran Liga 1 musim ini.

"Untuk yang musim ini, saya dua kali main. Bisa jadi semua pertandingan wasit melakukannya (ikut terlibat)," jawabnya.

Kali ini pelakunya bukan pemain, melainkan perangkat pertandingan dan wasit yang memimpin laga.

Baca juga: Link Live Streaming Persipura Jayapura Vs Bali United: Jumat 5 November 2021, Pukul 18.15 WIB

Kabar itu terungkap setelah acara Mata Najwa yang ditayangkan pada Rabu (3/11/2021) malam WIB menghadirkan seorang perangkat pertandingan berinisial Mr. Y.

Kepada Najwa Shihab, Mr. Y mengaku bahwa dirinya sudah beberapa kali melakukan pengaturan skor dalam gelaran Liga 1 musim ini.

"Untuk yang musim ini, saya dua kali main. Bisa jadi semua pertandingan wasit melakukannya (ikut terlibat)," jawabnya.

"Kalau untuk teknis di lapangan kita pakai kode yang sebelumnya sudah ditentukan," katanya.

"Jadi ketika kita diperintah memainkan sebuah pertandingan, seperti contoh di situ jelas ada handball di kotak penalti, tim yang seharusnya bisa menang dan mendapat penalti, tetap tidak diberi penalti oleh wasit," jelas Mr. Y.

"Jadi sengaja kadang dibiarkan, padahal kita sebenarnya tahu," imbuhnya lagi.

Baca juga: Tengok Persiapan 950 Penari di Pembukaan Peparnas XVI

Munculnya mafia pengaturan skor di tubuh sepakbola nasional ini tentu membawa kesedihan tersendiri bagi para pelaku dan pecinta sepakbola Tanah Air.

Kesedihan itu dirasakan juga oleh pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago, yang sudah terlibat dengan sepakbola Indonesia sejak menjadi pemain Petrokimia Putra pada 1994 silam.

Namun, meski merasa sedih, Jacksen merasa dirinya tidak perlu berbicara banyak soal masalah pengaturan skor di Indonesia.

Baca juga: Binggung Mau Nonton Pembukaan Peparnas, Halaman Kantor Otonom Tersedia Lokasi Nobar

"Saya rasa itu sebuah ranah yang saya tidak perlu berkomentar. Yang jelas kita sportsmanship itu harus selalu dinomor satukan," tutur Jacksen dikutip Tribun-Papua.com dari laman Bola Sport, Kamis (4/11/2021).

"Saya tidak akan bicara pengaturan skor karena pertama saya tidak pernah terlibat, tidak pernah memberi ruang kepada hal-hal seperti itu mendekati saya secara pribadi."

Kendati begitu, Jacksen punya harapan besar agar sepakbola Indonesia bisa menjadi semakin sehat dan terbebas dari segala praktik pengaturan skor.

Sebab, sebagai pelaku sepakbola yang berasal dari Brasil, Jacksen selalu merasa atmosfer sepakbola Indonesia jauh lebih besar ketimbang Negeri Samba.

"Kalau negara saya itu mereka mengisi stadion penuh seperti di Indonesia hanya di pertandingan besar, seperti Flamengo vs Vasco, Sau paulo dengan Santos," kata Jacksen.

"Kalau di Indonesia, Liga 2, Liga 3 pun bisa penuh stadion meskipun mereka tidak promo."

Baca juga: Mama-mama Papua Penjual Kerajinan Khas Papua Akui Ditelantarkan PB Peparnas XVI

"Saya punya harapan sepak bola Indonesia yang kita semua cintai, meskipun saya orang Brasil saya merasa bagian dari sepak bola Indonesia juga semoga sepak bola yang kita cintai itu bisa terlepas dari hal itu dan lebih sehat."

"Semoga suatu waktu nanti kita bisa melihat sepak bola Indonesia jauh dari isu-isu seperti itu dan menjadi olahraga yang bisa menunjukan sportivitas setinggi-tingginya," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved