Peparnas XVI Papua
Warga Papua Berharap Adanya Peparnas XVI Tak Ada Perbedaan Sosial
Kedepannya harus ada perhatian khusus, mengingat kebanyakan ajang di Jayapura tidak melibatkan mereka
Penulis: Zaneta Chrestella Mirino | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Masyarakat Kota Jayapura berharap ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua, bisa menjadi tolak ukur penyetaraan sosial bagi kaum disabilitas.
Satu di antara penonton yang sedang menyaksikan nonton bareng (nobar) di Kantor Dinas Otonom Jayapura, Maryana Rumbiak (26), jangan sampai memberikan perbedaan bagi penyandang disabilitas.
• Warga Pilih Nonton Pembukaan Peparnas XVI di Halaman Wisma Atlet
“Kalau untuk kita di Kota Jayapura ini tidak terlalu terlihat, untuk saudara kita yang memiliki kekurangan fisik. Saya sampe kaget, bisa melihat anak-anak luar biasa punya keahlian khusus,” tuturnya saat diwawancarai Tribun-Papua.com, Jumat (5/11/2021).
Sehingga dirinya berharap, di Papua khususnya Kota Jayapura dapat membuat kegiatan rutin bagi saudara kita.
“Kedepannya harus ada perhatian khusus, mengingat kebanyakan ajang di Jayapura tidak melibatkan mereka,” tegas wanita asal Biak tersebut.
• Buka Peparnas XVI, Wapres Maruf Amin : Papua Kam Tra Kosong
Untuk itu, harus ada perberdayaan dan ruang bagi mereka dengan berbagai macam lombah.
“Mereka ini juga bagian dari kita, jangan disisikan tapi mari bersama merangkul. Saya percaya, ketika kita mencoba memberikan peluang maka akan ada anak Papua dengan kebutuhan khusus yang sampai ke Internasional,” pungkasnya sembari menonton pembukaan Peparnas XVI Papua 2021.
Sementara itu, kemeriahan pembukaan Peparnas XVI Papua terlihat dari banyaknya warga yang ingin menyaksikan gelaran tersebut.
• Hujan Bubarkan Warga Nobar Opening Ceremony Peparnas di Otonom Kotaraja
Warga menjadikan halaman Wisma Atlet di Kota Jayapura menjadi pilihan alternatif masyarakat Kota Jayapura dan sekitarnya untuk menyaksikan kemeriahan pembukaan Peparnas XVI Papua, Jumat (5/11/2021) malam.
Hal itu menjadi pilihan, lantaran warga tak bisa masuk ke Stadion Mandala yang menjadi pusat pembukaan pesta olahraga tersebut.
Aparat kepolisian menjaga ketat pintu masuk Wisma Atlet. Warga diminta menunjukkan gelang meski mengantongi ID card.
• Defile 34 Provinsi di Ajang Peparnas XVI Papua, Papua Tampil Berjas Biru Tua
"Kami tidak bisa masuk karena harus kasih tunjukan gelang, ada ID card tapi tidak bisa masuk," kata Risma salah satu warga.
Menurutnya, ia datang sejak sore namun tetap tak bisa masuk ke dalam Stadion Mandala. Dia memilih masuk melalui pintu Wisma Atlet namun tak bisa sehingga hanya berdiri di luar.
Salah satu anggota polisi yang enggan menyebutkan namanya mengatakan pihaknya hanya menjalankan tugas.
• Puluhan Relawan PON XX Palang Jalan Menuju TPS Iwaka, Sampah Berserakan di Kota Timika
"Kami hanya menjalankan tugas jadi tidak bisa apa-apa. Kalau kami izinkan, tapi perintah dari atasan agar menjaga ketat," katanya.
Yohana warga lainnya, mengaku kecewa lantaran tak bisa masuk dan menyaksikan langsung pembukaan Peparnas di Stadion Mandala Jayapura.
"Saya kecewa sudah datang jauh-jauh dari Sentani tapi tidak masuk saksikan langsung kegiatan pembukaan," tambah dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/defile-kontingen-34-provinsi.jpg)