Breaking News:

Hari Pahlawan

Ketua Adat Suku Kamoro, Gery Okoare: Hari Pahlawan Tak Bisa Diukur Dengan Uang

Karena saya yakin di Papua ini banyak pahlawan yang hingga saat ini belum tersentuh dan disambangi pemerintah pusat maupun daerah

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gery Okoare 

Laporan Reporter Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Hari Pahlawan yang jatuh pada Rabu (10/11/2021) merupakan hari sejarah untuk warga Indonesia untuk mengenang jasa para para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan bangsa.

Hal ini dikatakan Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gery Okoare. Menurutnya, mementum hari pahlawan ini tidak bisa diukur dengan uang dan harta.

Ini Pesan Gubernur Papua, Lukas Enembe saat Melantik Bupati dan Wabup Nabire 

"Indonesia ini dulunya diperjuangkan dengan darah dan airmata. Saat ini kita sebagai anak muda hanya menikmatinya saja," katanya.

Dia berkata, adapun hal lain sangat penting adalah pemerintah juga harus melihat para orangtua kita dari berbagai suku di Papua saat berjuang untuk Indonesia.

"Karena saya yakin di Papua ini banyak pahlawan yang hingga saat ini belum tersentuh dan disambangi pemerintah pusat maupun daerah," katanya.

9 Hari di Papua, Kontingen Peparnas XVI Asal Riau Terpukau Keramahan Warga Papua

Dirinya berpendapat bahwa Presiden, Panglima TNI, Kapolri, Kapolda, Pangdam, pemerintah pusat maupun daerah harus berpikir dan kerja keras untuk mempertahankan NKRI karena saat ini merekalah sebagai pahlawan sesungguhnya.

Padahal dulu orangtua kita pada umumnya mengorbankan semuanya, baik pikiran, tenaga, sekalipun dengan mengorbankan keselamatannya demi Indonesia.

Ia menjelaskan, banyak pahlawan hususnya di Papua, Mimika sebagai pejuang banyak yang gugur namun tidak begitu diperhatikan.

Sepakbola CP Papua Tumbangkan Juara Bertahan dari Kalimantan Selatan

Hal demikian seperti sejarah Kabupaten Mimika yaitu pemimpin kita saat berjuang menjadikan Mimika menjadi satu kabupaten.

"Seperti Bupati Mimika pertama, almahrum Titus Oktovianus Potereyauw dan juga almarhum Kelemen Tinal. Karena mereka dalah pejuang di Timika," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved