Breaking News:

Nasional

Bahlil Lahadalia: Tak Mudah Bujuk UEA Untuk Investasi di Indonesia

Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku cukup sulit merayu agar Uni Emirat Arab (UEA).

Editor: Roy Ratumakin
KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM
Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku cukup sulit merayu agar Uni Emirat Arab (UEA) mau berinvestasi di Indonesia.

Tak heran, peringkat investasi UEA ke Indonesia masih berada di urutan terbawah.

Kendati demikian, berkat komunikasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah UEA maupun pengusahanya pada akhirnya mau mengeluarkan dananya untuk berinvestasi ke Tanah Air.

Baca juga: Sasar Penumpang Milenial, Ini Harga Tiket Maskapai Super Air Jet

"Memang enggak gampang itu meyakinkan orang Arab ini (berinvestasi ke Indonesia), enggak gampang jujur saja,” kata Bahlil dikutip Tribun-Papua.com dari laman Kompas, Kamis (11/11/2021).

Namun, kata Bahlil, pihaknya harus mempunyai satu strategi yang harus ada chemistry.

“Hubungan baik raja di Uni Emirat Arab dengan Bapak Presiden, Pak Jokowi itu hubungannya erat sekali," ujarnya.

"Komunikasinya sangat dalam sekali. Komitmen pengusaha-pengusahanya ini juga bagus. Satu-satu kita datangin perusahaannya, kita bicara," sambung dia.

Bahlil bilang, investasi dari UEA ini baru berada di urutan 20-an.

Namun, pemerintah sedang mengupayakan agar UEA bisa menjadi investor terbesar yang masuk dalam 10 besar.

UEA masih berada di urutan bawah karena aturan untuk berinvestasi ke Indonesia begitu sulit sehingga negara ini enggan berinvestasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved