Breaking News:

Liga 2

Menpora Soal Pengaturan Skor: Harus Dihukum Berat

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengaku geram dengan munculnya pengaturan skor di kompetisi sepakbola Indonesia.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
TANGKAPAN LAYAR - Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengaku geram dengan munculnya pengaturan skor di kompetisi sepakbola Indonesia.

Untuk itu, Menpora Amali sangat mendukung upaya PSSI yang kini tengah mencari dalang yang mempengaruhi lima pemain Perserang agar bermain tidak sportif – pengaturan skor.

Menpora berharap apabila nanti pelaku utama itu ditemukan, pelaku tersebut harus diberikan sanksi seberat-beratnya dari PSSI. Salah satunya tak boleh lagi terlibat di kegiatan sepakbola baik resmi maupun tidak resmi.

Baca juga: Menpora Zaunidin Amali: Saya Dukung PSSI Laporkan Kasus Pengaturan Skor ke Polisi

 “Saya kira ini langkah yang tepat dari PSSI langsung melaporkan itu ke Kepolisian dan kita harpa kalau itu terbukti maka ini harus benar-benar dibuat ada efek jera, tidak boleh hanya dihukum yang ringan sebab kalau tidak mereka akan mengulang lagi,” kata Menpora di sela-sela kesibukannya memantau jalannya Peparnas XVI Papua.

 “Jadi saya harap pihak kepolisian segera tindaklanjuti laporan dari PSSI dan bisa terungkap siapa pelakunya, siapa otak dibalik itu dan hukumannya harus berat,” lanjut Menpora.

 “Kalau benar-benar terbukti, orang ini tidak boleh ada lagi di lingkungan sepakbola baik yang resmi maupun tidak resmi. Harus begitu karena itu merusak sepakbola kita,” Jelasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya lima pemain Perserang telah mengaku bahwa mereka bermain tidak sportif di beberapa pertandingan grup B Liga 2.

Baca juga: PSSI akan Gugat Mata Najwa terkait Identitas Wasit Pengaturan Skor Liga 1

Kelima pemain tersebut pun kini sudah dipecah oleh manajemen Perserang dan diberikan sanksi oleh Komite Disiplin PSSI.

Tak puas sampai di situ, kini PSSI masih memburu Mr X yang menelepon salah satu pemain Perserang yang menyuruhnya agar melakukan pengaturan skor.

Akan tetapi Mr X yang saat itu menghubungi dengan private number sulit ditemukan oleh PSSI. Untuk itu PSSI melaporkan kepada pihak Kepolisian dan berharap pihak Kepolisian bisa melacak dan menemukan orang tersebut. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved