Breaking News:

Peparnas XVI Papua

Nanda Mei Sholiha Sabet 1 Medali Emas Untuk Jatim di Peparnas XVI

Nanda Mei Sholiha (22), atlet Jatim meraih medali emas di cabang olahraga atletik, lompat jauh putri dengan hasil lompatan tertinggi 4,35 cm.

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Calvin Erari
Atket Lompat Jauh, Nanda Mei Sholiha, saat berpose usai menerima medali di stadion Lukas Enembe, Kampung Harpan, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (11/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Nanda Mei Sholiha (22), atlet Jawa Timur (Jatim) berhasil meraih medali emas di cabang olahraga atletik, lompat jauh putri dengan hasil lompatan tertinggi 4,35 cm.

"Alhamdulilah. Saya puas, karena sama sekali tidak menyangka bisa menjadi juara," kata Nada kepada Tribun-Papua.com, di Stadion Lukas Enembe, Kampung harpan, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (11/11/2021).

Nanda menyampaikan, medali emas yang telah digapainya dipersembahkan kepada para sahabat dan kedua orangtua tercinta.

Baca juga: Fajar Trihadi Sabet Emas: Saya Tidak Sangka

"Medali emas ini saya ingin persembahkan kepada orang tua, dan teman-teman saya semua yang telah memberikan suport kepada saya," ujarnya.

Alasan dirinya ingin mempersembahakan medalinya kepada para sahabat dan kedua orang tua karena, menurutnya, merekalah yang telah mendukungnya hingga berhasil mencapai yang terbaik.

Nanda tak hanya meraih prestasi di event Peparnas XVI, tetapi juga dia pernah menoreh pundi-pundi emas ditingkat internasional.

"Saya sudah 3 kali mengikuti tiga kali Asian Para Games, pada tahun 2014 di Miyanmar, 2015 di Singapura, dimana saya berhasil raih 3 medali emas di nomor lomba 100, 200 dan 400 meter lalu 2017 di Malaysia," katanya.

Selain memiliki aktivitas di dunia olahraga, atlet asal Jawa Timur ini juga adalah salah satu mahasiswa Universitas Surakarta, di Jawa Timur.

Baca juga: Kapolda Papua Nilai Peparnas XVI sebagai Tontonan Menarik yang Perlu Digelorakan 

"Saat ini saya juga masih kuliah, di Universitas Surakarta, dan saya sekang sudah semester 5, di jurusan pendidikan kepelatihan keolaragaan," jelasnya.

Sebagai atlet, menurutnya aktivitas di dunia olahraga tidak mengganggu proses belajar di Kampus.

"Kalau untuk fokus, yah tergantung. Kalau memang tidak ada perlombaan, saya focus ke kuliah. Tapi kalau ada perlombaan, yah saya fokus untuk bertanding. Keduanya seimbang," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved