News

Misi Terselubung ULMWP dalam Green State Vision

ULMWP telah mengkampanyekan Green State Vision (GSV) dalam klaim perjuangan pembebasan Papua, namun beberapa aliansi menolak lantaran ada kepentingan.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Ri
Facebook.com/bennywenda
Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) telah mengkampanyekan Green State Vision (GSV) dalam klaim perjuangan pembebasan Papua, namun tidak bisa dipungkiri kontroversi mulai menyeruak.

Sejumlah kelompok yang bahkan menjadi organisasi pembentukan ULMWP sendiri secara terang-terangan telah menolaknya.

PNWP, WPNCL, dan NRFPB menyatakan sikap jika GSV adalah misi strategis yang sedang dilakukan Benny Wenda.

Disebutkan bahwa ketiga organisasi tersebut menuduh ULMWP telah memaksakan kehendak demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Baca juga: Tiga Pemuda Penjual Miras Ilegal di Kompleks Ada-Ada Entrop di Amankan Polisi 

Menurut tokoh senior Papua, Demianus Yogi upaya GSV lebih tepat diubah menjadi Green State Mission.

“Kalau ULMWP klaim aksi (GSV) ini sebagai cara yang tepat, kami justru sebaliknya. Lebih cocok kalau diganti dulu namanya menjadi Green State Mission, karena ini tidak mewakili seluruh elemen di dalam organisasi perjuangan,” ungkap Damianus Yogi dalam rilis yang diterima, Jumat (12/11/2021) pagi.

Yogi menuduh jika misi Benny Wenda lewat GSV sudah sangat melenceng dan penuh kepentingan asing.

Menurutnya aksi tersebut adalah upaya titipan yang dapat merusak serta menghancurkan arah perjuangan.

“Kalau terus dilanjutkan, arah perjuangan akan berubah. Ini tidak menggambarkan bagaimana semangat orang-orang tua dulu. Saya rasa Benny Wenda sudah sangat keterlaluan karena memaksakan misi tersebut,” ucapnya.

Baca juga: Atlet Catur Tunanetra Kalteng Terkesan dengan Pelayanan Panitia Peparnas XVI

Sebelumnya John Anari sebagai tokoh senior Papua yang juga telah aktif berpolitik di luar negeri untuk misi pembebasan Papua menyatakan bahwa ULMWP sudah memiliki pandangan politik yang sangat berbeda dengan cita-cita perjuangan bangsa.

"Faktor lain yang kami anggap hanya akan melemahkan perjuangan utama adalah ketika ULMWP mulai bermain peran. Mereka lupa dengan tujuan utama bagaimana perjuangan Papua itu seharusnya dilakukan.” ujar Jhon.

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved