Breaking News:

Stok BBM di Papua

Pertamina Jamin Stok BBM di Merauke Aman Hingga Natal dan Tahun Baru 2022

Pertamina memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Merauke, Papua aman hingga natal 2021 dan tahun baru 2022. 

Tribun-Papua.com/Kompas.com
Antrean panjang BBM di salah satu SPBU di Kota Sorong, terjadi sejak Jumat (5/11/2021). Diduga antrean panjang ini karena beredar hoaks kelangkaan BBM. (KOMPAS.com/MAICHEL ) 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE -Pertamina memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Merauke, Papua aman hingga natal 2021 dan tahun baru 2022. 

Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Papua Maluku, Edi Mangun menuturkan, stok BBM pasti ditambah saat menjelang hari besar keagamaan dan pemilu. 

Baca juga: Setahun ada 15.671 Pelanggaran Lalulintas di Papua

“Kami harus pastikan (stok BBM aman). Tugas kami menjamin dan menjaga ketersediaan bidang energi,” ungkapnya kepada wartawan disela-sela kunjungan kerja di Merauke, Senin (15/11/2021). 

Dikatakan, Pemda belum memprediksi saja, Pertamina sudah memprediksi terlebih dahulu bahwa BBM akan dibutuhkan. Oleh karenanya,  Edi Mangun berpesan agar SPBU di Merauke jangan sensitif dengan antrian kendaraan masyarakat. 

Baca juga: Stok Vaksin BOPV Kosong, Anak di Papua Barat Terancam Kena Virus Lumpuh Layu

“Antrian bukan satu-satunya indikator barangnya kurang. Saya ambil contoh nanti bisa diamati, katakanlah Merauke seminggu hujan terus. Kemudian.hari.ini panas, tentu besok-besok seperti mobil terutama truk banyak di SPBU. Karena kerjaan yang tertunda, dikejar. Ini situasi-siatuasi yang banyak orang  tidak amati,” bebernya. 

Edi Mangun mengimbau masyarakat tidak perlu terprovokasi oleh isu ataupun berita hoax yang beredar terkait kelangkaan BBM, mengingat pasokan BBM aman di Kabupaten Merauke. 

Baca juga: InI Sejarah Singkat OPM Organisasi Terlarang di Indonesia dan Kejahatan Masa Lalu

"Masyarakat jangan mudah terhasut berita hoax, BBM itu ada, jadi aman," ungkapnya. 

Edi mengajak masyarakat agar arif dan bijaksana dalam melakukan pembelian BBM di SPBU sesuai kebutuhan masing masing sehingga tidak perlu membeli BBM dalam jumlah besar untuk disimpan. 

Baca juga: Presiden Jokowi Sampaikan Isi Hati saat Penutupan Peparnas XVI di Papua, Ini Curhatannya

"Masyarakat jangan menimbun BBM dirumah, selain bahaya, itu juga melanggar hukum," pesannya. 

Edi mengungkapan, menyimpan BBM dalam jumlah besar di rumah ataupun di gudang, tentunya sangat beresiko, karena BBM jenis apapun adalah tergolong bahan berbahaya dan mudah terbakar sehingga sangat berbahaya bukan saja bagi penyimpan tapi juga bagi orang orang  disekitarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved