Webinar UNICEF
Dirkes Lingkungan Paparkan Peluang dan Tantangan STBM di Masa Pandemi Covid-19
Direktur Kesehatan Lingkungan drg R Vensya Sitohang M epid mamaparkan peluang dan tantangan, pelaksanaan Sanitasi Sosial Berbasis Masyarakat (STBM).
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Direktur Kesehatan Lingkungan drg R Vensya Sitohang M epid mamaparkan peluang dan tantangan, pelaksanaan Sanitasi Sosial Berbasis Masyarakat (STBM).
Hal itu dipresentasikannya dalam ruang virtual webinar seri ke-2, yang bertajuk peran pemerintah, dalam mendukung kampung stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Selasa (16/11/2021).
"Jadi bapak dan ibu, ada kebijakan, perkembangan dan arah pelaksanaan lima pilar STBM, yang perlu menjadi perhatian kita bersama," tandasnya.
Baca juga: Terapkan STBM, Sanitarian di Kabupaten Jayapura Tetap Berjuang Temui Masyarakat
Dalam kesempatan itu, dirinya menyampaikan peluang dan tantangan STBM di masa pandemi Covid-19.
"Saat ini, terutama di masa pandemi Covid-19, kebersihan atau sanitasi menjadi perhatian oleh semua pihak," katanya.
Dengan adanya pandemi Covid-19, ia mengatakan publik lebih peduli akan pentingnya kebersihan diri.
Hal itu juga dirasakan pada institusi dan organisasi menerapkan protokol kesehatan, termasuk cuci tangan pakai sabun.
Selain itu, dalam pelaksanaan STBM, pandemi Covid-19 memberikan kesempatan kepada sanitarian, untuk melakukan verifikasi secara virtual.
"Kami juga telah menyusun panduan verifikasi virtual dan Jawa Barat sebagai provinsi pertama yang melakukannya dan berhasil," pujinya.
Baca juga: Dispar Kota Jayapura Gelar Workshop Digitalisasi Pariwisata, Libatkan 40 Konten Kreator
Kemudian, peluang pelaksanaan STBM di masa pandemi, yakni dapat mengembangkan sistem e-monev STBM, dari hanya pemantauan pilar pertam menjadi pemantauan lima pilar STBM.
"Untuk itu monitoring kolaborasi sangat diperlukan untuk keberlanjutan STBM," imbuhnya.
Terakhir, pihaknya juga sangat mengharapkan tenaga sanitarian di Provinsi Papua dapat mengikuti langkah Jawa Barat, agar dapat melakukan verifikasi secara virtual. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/16112021-webinar_unicef-1.jpg)