Breaking News:

Match Fixing

Akmal Marhali: Masa PSSI Tau Tahu Ada Pengaturan Skor di Sepakbola Indonesia?

Pengamat Sepakbola Akmal Marhali meragukan pernyataan PSSI yang mengaku tidak mengetahui terjadi praktik pengaturan skor di kompetisi sepakbola.

Editor: Roy Ratumakin
PT Liga Indonesia Baru
ILUSTRASI - Osvaldo Haay saat berduel dengan salah satu pemain PSIS Semarang. Osvaldo akan bertemu dengan mantan klubnya Persipura Jayapura pada laga pekan ketiga saat Persipura bersua Persija Jakarta pada, Minggu (19/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pengamat Sepakbola Akmal Marhali meragukan pernyataan PSSI yang mengaku tidak mengetahui terjadi praktik pengaturan skor di kompetisi sepakbola Indonesia.

Menurut Akmal, sejumlah pengurus PSSI telah berada di federasi sepakbola Indonesia itu lebih dari 20 tahun. Demikian disampaikan Akmal saat berbincang dengan Tribunnews.com di acara Superball Live, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Menpora Amali Turut Soroti Match Fixing di Liga 3: Kalau Terbukti Hukuman Tidak Boleh Ringan

"Saya itu tidak habis pikir kalau pengurus PSSI yang saat ini mengaku tidak tahu kalau terjadi praktik pengaturan skor. Kenapa? Karena pengurus PSSI saat ini kebanyakan yang sudah 10 sampai 20 tahun mengelola sepakbola di negeri ini," tutur Akmal.

"Wajar kalau kemudian masyarakat ragu, masa iya PSSI tidak tahu ada pengaturan skor?," Imbuh dia.

Menurut Akmal, PSSI masih gagal menemukan formula tepat memutus rantai praktik pengaturan skor di sepakbola Indonesia.

"Masalahnya tidak ada langkah-langkah konkret untuk membenahi ini semua," kata Akmal.

Kondisi ini diyakini Akmal merupakan masalah fundamental dalam ekosistem sepakbola tanah air.

Baca juga: Sat Lantas Polresta Gelar Operasi Zebra Cantenz, Kasat Lantas: Kami Kedepankan Sikap Humanis

"Itu yang kemudian menjadi problem besar dan fundamental dari sepakbola kita, yang pada akhirnya merembet juga ke timnas kita," katanya.

Dia menegaskan, bila ingin tim nasional Indonesia berprestasi di kancah internasional, ekosistem kompetisi sepakbola di Indonesia harus dibenahi.

"Kita berharap timnas bagus, tapi kompetisi kita buruk. Tidak bisa," tegas dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved