Breaking News:

Papua Terkini

Balai Arkeologi Papua Temukan Serpihan Gerabah Hingga Alat Batu di Tambrauw

Balai Arkeologi Provinsi Papua menemukan serpihan gerabah besar, sisah-sisah tulang binatang di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Penulis: Musa Abubar | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Musa Abubar
Peneliti dari Arkeologi Papua, Andi Dian Setiawan. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Balai Arkeologi Provinsi Papua menemukan serpihan gerabah besar, sisah-sisah tulang binatang, sisa-sisa makanan dan alat-alat batu di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Peneliti dari Arkeologi Papua Andi Dian Setiawan mengatakan, penelitian di Tambrauw pada April 2021 yaitu tentang pola-pola hunian manusia prasejarah yang ada di Tambrauw, terutama di Kampung Wayu, Distrik Web.

"Kita penelitiannya selama 26 hari, tetapi di lapangan sekitar dua minggu lebih. Jadi, disana kita menemukan beberapa situs baru, karena yang lama sudah pernah dilakukan penelitian awal," kata Andi kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: Peneliti Arkeologi Papua Sarankan Situs Megalitik Tutari Jadi Destinasi Wisata Khusus

Dari penelitian itu, kata dia, pihaknya menemukan beberapa situs Arkeologi yang baru, ada situs gua banwon. Di dalam situs Goa Banwon itu ditemukan serpihan-serpihan gerabah, dan juga beberapa alat batu.

Kemudian di Situs Ayei Dua, juga ditemukan serpihan-serpihan gerabah yang cukup banyak dan agak besar-besar serpihan. Kemudian, penelitian terakhir di Situs Ceruatiat.

"Di Situs Ceruatiat kita melakukan penggalian ditemukan banyak sekali sisa-sisa tulang binatang, sisah-sisah makan, alat-alat batu dan juga gerabah," ujarnya.

Menariknya lagi, menurut dia, di situs itu pihaknya menemukan ada kerang yang memang sengaja dibakar, kemungkinan itu bisa menjadi kapur sirih, itu menjadi semacam penanda sejarah bahwa memang dahulu tradisi makan Pinang itu memang sudah ada.

Baca juga: Bea dan Cukai Jayapura Ekspor Barang ke PNG, Edi: Pernah Kirim 7 Kontainer Kayu ke China

"Di Situs Ceruatia juga dilakukan geteng pertanggalan dalam kotak galian kedalam sekitar 50 senti meter itu kita mendapatkan angka, sekitar 3.30 vivi jadi sekitar 3.300 tahun yang lalu. Jadi, disitu masih asosiasi temuannya dengan alat-alat yang lain," katanya.

Dia menambahkan, situs itu memang sudah pernah dipakai sejak tahun itu yakni 3.30 tahun yang lalu, termasuk kerang yang terpakai termasuk kerang yang terbakar dan ditemukan sekitar tahun itu. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved