Breaking News:

Papua Terkini

Bea dan Cukai Jayapura Ekspor Barang ke PNG, Edi: Pernah Kirim 7 Kontainer Kayu ke China

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean Jayapura rutin mengekspor barang ke Papua Nugini.

Penulis: Musa Abubar | Editor: Roy Ratumakin
Humas Pemprov Papua
Gubernur Papua Lukas Enembe dan Ketua Iswa Papua Daniel Gerden saat melepas kayu olahan merbau yang akan diekspor di Pelabuhan Laut Jayapura, Senin (10/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean Jayapura rutin mengekspor barang ke Papua Nugini.

Selain itu, pada Oktober 2021 lalu, pernah melakukan ekapor perdana 7 kontainer kayu ke China.

Melalui data yang diterima Tribun-Papua.com, Jumat (19/11/2021) dari sektor bea masuk dan impor, untuk 2021 hingga Oktober ini capaian bea masuk Rp 2,4 miliar, ini di luar dari penerimaan lain yang mengikuti yaitu PPH impor, PPN Impor yang totalnya ada Rp12,3 miliar.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bea Cukai Temukan Lima Kontainer Miras Golongan A di Dermaga Manokwari

Di luar dari ekspor ke PNG, kata dia, pada Oktober 2021 pihaknya melakukan ekspor perdana berupa kayu olahan ke negara china sebanyak 7 kontainer nilainya masih ditaksir untuk kemudian nantinya dilei melalui Pelabuhan Tanjung Perak.

"Karena disini ekspor ini masih terkendala dengan infrastruktur, container yang bisa langsung ekspor itu terlalu mahal kalau dari Jayapura, sehingga harus melalui Pelabuhan Tanjung Perak untuk menekan biaya berupa eksportir," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Jayapura Edi Siswanto.

"Kita setiap tahun melakukan kegiatan ekspor terutama ke negara tetangga yakni ke Papua Nugini (PNG), biasanya barang-barang berupa sembako, sperpat, dan barang-barang elektronik dari tahun ke tahun kita selalu surplus ekspor dibandingkan dengan impor jika dibandingkan negara PNG,"ujarnya.

Baca juga: Bea Cukai Gandeng Reskrim Polres Mimika Monitoring Barang Ilegal

Menurut Edi, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Industri serta instansi-instansi terkait untuk mendorong potensi-potensi ekspor demi memulihkan ekonomi nasional dengan mendorong ekspor sehingga bisa mendapatkan surplus.

Ia menambahkan, di bidang pengawasan ada barang-barang yang boleh impor tetapi sebagian besar ada barang yang dibatasi impornya artinya tidak semua orang boleh mengimpor bebas secara umum. Lalu, ada barang-barang yang dilarang impor bisa karena conten atau terlalu banyak. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved