Breaking News:

Info Merauke

Karantina Pertanian Merauke Sudah 50 Kali Musnahkan Media Pembawa HPHK dan OPTK

Pemusnahan terbanyak terhadap ayam umur sehari (DOC) sebanyak 32 kali berjumlah 19.108 ekor, bibit jeruk 8 kali sebanyak 86 batang.

Penulis: Hidayatillah | Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Tindakan pemusnahan media pembawa HPHK dan OPTK di Incenerator Karantina Pertanian Merauke. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Dalam upaya menekan penyebaran Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) masuk ke Merauke, Karantina Pertanian Merauke melakukan berbagai cara dari sosialisasi hingga tindakan Penahanan, Penolakan, Pemusnahan (3P).

Berdasarkan data aplikasi Sistem Pengawasan dan Penindakan (Siwasdak) Januari - Oktober 2021, Karantina Pertanian Merauke, Papua telah melakukan 50 kali tindakan pemusnahan terhadap media pembawa HPHK dan OPTK.

Baca juga: Gerhana Bulan Sebagian Akan Terjadi di Papua dan Papua Barat

Pemusnahan terbanyak terhadap ayam umur sehari (DOC) sebanyak 32 kali berjumlah 19.108 ekor, bibit jeruk 8 kali sebanyak 86 batang, unggas dewasa 6 kali sebanyak 16 ekor.

Selain itu, pemusnahan daging babi 1 kali dengan berat 4,3 kilogram, bibit durian 1 kali sebanyak 16 batang, bibit bidara 1 kali sebanyak 3 batang, dan bibit pisang 1 kali jumlah 1 batang.

Pemusnahan dilaksanakan sesuai amanat UU No. 21 tahun 2019 Pasal 47 dengan cara dibakar melalui incenerator Karantina.

"Sehingga media pembawa tidak mungkin lagi menjadi sumber penyebaran hama dan penyakit serta tidak mengganggu kesehatan manusia dan tidak menimbulkan kerusakan sumber daya alam hayati," kata Kepala Karantina Pertanian Merauke, Sudirman dalam keterangan pers, Jumat, (19/11/2021).

Baca juga: Ganjar Pranowo Dinilai Punya Visi Seperti Jokowi Membangun Indonesia

Menurutnya, DOC yang dimusnahkan dikarenakan mati saat pengangkutan.

DOC menunjukkan gejala hipoksia atau kekurangan oksigen seperti letargi dan mati kaku.

"DOC yang mati segera dimusnahkan karena berpotensi membawa penyakit. Tindakan ini juga untuk menjalankan Kepmentan No. 600 Tahun 2017 yang menyatakan Papua bebas dari Avian Influenza," ujarnya. 

Baca juga: Riak Copot Jacksen F Tiago Mulai Bermunculan, Ini Sosok Pelatih yang Cocok Tangani Persipura

Bibit jeruk yang dimusnahkan karena tidak dilengkapi dengan dokumen Karantina dari daerah asal dan label bebas Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) yang dikeluarkan oleh dinas teknis daerah asal.

"Selain itu melanggar Instruksi Gubernur Irian Jaya (Papua) No 2 Tahun 2000 Tentang Pelarangan Peredaran Benih Tanaman Jeruk Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Penyakit CVPD," katanya.

Sudirman menerangkan, setiap tindakan pemusnahan yang dilakukan Karantina Pertanian Merauke, sesuai standar operasional prosedur karantina dan peraturan lainnya yang berlaku.

"Selama tindakan pemusnahan turut dihadiri oleh berbagai instansi, yang menjadi mitra Karantina. Intinya kita terus bersinergi dan berkoordinasi dalam menjalankan tugas," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved