Breaking News:

Timnas Indonesia

Pengamat Sepakbola: Tak Ada Prestasi, Sepakbola Indonesia Gagal

Pengamat Sepakbola sekaligus Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali menyoroti minimnya prestasi tim nasional Indonesia.

Editor: Roy Ratumakin
PSSI
Afganistan membobol gawang Skuad Garuda di menit ke-85 lewat aksi Omid Popalzay yang memanfaatkan bola muntah hasil miskomunikasi antara pemain lini belakang timnas Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pengamat Sepakbola sekaligus Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali menyoroti minimnya prestasi tim nasional Indonesia di kompetisi sepakbola kancah internasional.

Terakhir kali timnas menjuarai SEA Games misalnya terjadi 20 tahun silam.

Tepatnya saat timnas Indonesia menyabet gelar juara SEA Games yang berlangsung di Manila, Filipina, 4 Desember 1991.

Sesudahnya prestasi-prestasi Indonesia di bidang sepakbola, khususnya di tingkat internasional, seakan redup.

Baca juga: Timnas Indonesia Kalah, Ezra Walian: Kita Tidak Fokus

"Ukuran keberhasilan dalam olahraga tentu prestasi. Selama prestasi bola kita tidak berada di level yang membanggakan, kita bisa mengatakan bahwa sepakbola kita ini gagal," ucap Akmal saat berbincang dengan wartawan tribunnews.com di program Superball Live, Kamis (18/11/2021).

Akmal mengatakan, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia memiliki sumberdaya manusia (SDM) yang memadai. Dengan jumlah penduduk 271 juta, Indonesia harusnya bisa menghasilkan lebih banyak atlet sepakbola berkualitas dibanding negara-negara di Eropa.

Gunansar Mandowen, Wonderkid Persipura Berlaga Bersama Timnas Indonesia U-23.
Gunansar Mandowen, Wonderkid Persipura Berlaga Bersama Timnas Indonesia U-23. (Dok PSSI)

Namun, dari pengamatan Save Our Soccer, ada sejumlah persoalan mendasar yang membuat Indonesia tidak bisa hebat di bidang sepakbola.

"Permasalahannya memang adalah para pelaku dan pelaksana dari sepakbola Indonesia tidak punya kemauan kuat untuk menjadikan kita sebagai bangsa besar di sepakbola," kata Akmal.

"Apa yang selama ini dijalankan tidak bisa mencapai kepada ekspektasi yang diharapkan," imbuh dia.

Baca juga: Timnas Indonesia Kalah Dari Afganistan, Ini Kata Shin Tae-yong

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved