Breaking News:

Pendidikan

Maraknya Ijazah Palsu, Kepala Universitas Terbuka: Pastikan Informasi Akurat

Kepala Universitas Terbuka (UT) Jayapura Mujadi menjelaskan, beberapa kejadian penipuan mengatasnamakan UT kerap kali terjadi di kalangan masyarakat

Istimewa
Kepala Universitas Terbuka Jayapura, Mujadi 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kepala Universitas Terbuka (UT) Jayapura Mujadi menjelaskan, beberapa kejadian penipuan mengatasnamakan UT kerap kali terjadi di kalangan masyarakat.

Dengan diiming-imingi akan lulus dengan mudah dan cepat, kasus penipuan ijazah sering terjadi.

Baca juga: Tak Punya Lawan Tanding, Nurjaya Kembali Nahkodai BPW KKSS Papua Barat Secara Aklamasi

"Banyak sekali saudara kita di Papua tergiur kesempatan untuk lulus cepat, namun hasilnya nihil,"kata Mujadi kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Sabtu (20/11/2021).

Universitas Terbuka telah melakukan beragam sosialisasi, serta menunjukan akses pembelajaran yang pasti secara virtual.

"Banyak pihak yang mengklaim telah melakukan pembelajaran jarak jauh sedari lama, untuk itu kami tegaskan hanya di UT yang memberlakukan hal ini,"ujarnya.

Baca juga: Tetapkan Kota Seribu Pinang, FIFGROUP FEST Hujani Jayapura dengan Promo Spesial

Untuk itu, Mujadi berharap melalui kelompok belajar (pokjar) di setiap daerah, dapat meminimalisir tindak penipuan.

"Beberapa tahun yang lalu hampir ratusan orang menerima ijazah palsu, ini terjadi di suatu pokjar dan ternyata itu palsu,"katanya.

Tak hanya itu, beberapa oknum memanfaatkan nama Universitas Terbuka Jayapura.

"Ada yang diberitahu akan lulus dua tahun dengan ijazah UT, namun pas kami cek malah ijazah tidak terdaftar pada saat masyarakat ingin melakukan tahap legalisir," tambahnya.

Baca juga: Webinar Festival Anak Dalam Jurnalistik, Kepala Unicef Papua : Hari anak Seduni Sangat Penting

Untuk itu, Mujadi berharap bahwa masyarakat bisa memahami hal ini dan mencari informasi harus lengkap.

"Saat itu mereka memperoleh informasi yang jelas, pasti tidak akan mengalami kerugian jutaan rupiah. Kami berharap calon mahasiswa lebih memperhatikan akurasi,"tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved