Breaking News:

Papua Terkini

Komnas HAM Papua: Agustina Hondau Mengaku Ditembak

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perwakilan Papua menyampaikan Agustina Hondou mengaku bukan tertembak, namun ditembak.

Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Kepala Komnas HAM perwakilan Papua dan Papua Barat, Frits B Ramandey. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perwakilan Papua menyampaikan Agustina Hondou mengaku bukan tertembak, namun ditembak.

Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan pernyataan itu disampaikan Agustina Hondou saat mereka menjenguk korban di rumah sakit Mitra Masyarakat di Timika.

Baca juga: Kontak Tembak 6 Jam, Tendius Gwijangge Gembong KKB Papua yang Tewaskan Sertu Ari di Yahukimo

“Dari keterangan yang bersangkutan dalam bahasa daerah, yang diterjemahkan dari keterangan ibu Agustina dia bilang tidak ada kontak. Tetapi dia ditembak. Sekali lagi ini keterangan korban,” kata Frits Ramandey, kepada awak media, Senin (22/11/2021) di Jayapura.

Sekadar diketahui, ibu Agustina Hondou ditembak di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada (9/11/2021).

Baca juga: Jelang HUT, OPM Beraksi Serang Pos TNI di Yahukimo Papua

Menurutnya, Komnas HAM perwakilan Papua belum dapat menggali banyak informasi dari korban.

"Korban tidak dapat berbahasa Indonesia, kondisi Mama Agustina Hondou belum memungkinkan," ujarnya.

Kata Frits, Komnas HAM sudah bertemu Pihak Kodam XVII Cenderawasih, dan mereka menyatakan telah mengirim Tim lakukan investigasi.

“Kami sudah bertemu Kodam XVII Cenderawasih, dan mereka menyatakan tengah mengirim tim melakukan investigasi. Termasuk meminta keterangan kepada anggota anggotanya,” katanya.

Komnas HAM perwakilan Papua memastikan korban mengalami dua luka tembak, di bagian perut sebelah kanan dan di mata bagian kanan.

Baca juga: Si Ceria Feri Pahabol Juga Bisa Menangis Lepas Rayakan Persipura Awali Kebangkitan

"Menurut dokter ada benda asing dalam mata korban, sehingga harus dikirim ke Makassar. Kami menduga mata korban terkena rekoset," ucapnya.

Komnas perwakilan Papua telah meminta Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, agar segera merujuk korban ke Makassar.

“Rumah sakit di Timika tidak bisa ambil tindakan, karena fasilitas dan sumber daya manusianya tidak memadai. Rumah sakit di Jayapura juga tidak bisa menangani, sehingga korban mesti dirujuk ke Makassar,” tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved